Senin, 01 Juni 2009

Peluang Usaha Kecil Olahan Kedelai

http://salwanaz.files.wordpress.com/2008/01/tempe-crop.jpg

Kedelai (Glycine max Merr) merupakan salah satu hasil pertanian yang sangat penting sebagai bahan makanan, karena jumlah dan mutu protein yang dikandungnya sangat tinggi yaitu sekitar 40 % hampir menyamai kadar protein susu skim kering. (Hardjo, 1964).
Sebagai bahan baku makanan, kedelai termasuk bahan makanan yang mempunyai susunan zat yang lengkap dan mengandung hampir semua zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang cukup (Winarno dan Rahman, 1974). Bila seseorang tidak boleh atau tidak dapat makan daging atau sumber protein hewani lainnya, kebutuhan protein sebesar 55 gram per hari dapat dipenuhi dengan makanan yang berasal dari 157,14 gram kedelai. Kedelai merupakan komoditas pertanian yang sangat penting, karena memiliki multi guna. Kedelai dapat diolah menjadi: tempe, kecap, tahu, kerupuk tahu, kembang tahu, nata de soya, susu, soyghurt, dan lain-lainnya. Proses pengolahan kedelai menjadi berbagai makanan pada umumnya merupakan proses yang sederhana, dan peralatan yang digunakan cukup dengan alat-alat yang biasa dipakai di rumah tangga, kecuali mesin pengupas, penggiling, dan cetakan.

Proses pengolahan kedelai untuk produk pangan antara lain:

Tempe

* Bahan : Kedelai putih (1/2 kg), Air bersih, Bibit tempe/ragi tempe dan plastik

* Alat : Dandang, blender, ember plastik, tambir/tampah bersih, plastik.

* Cara Pembuatan :

1. Kedelai disortasi kemudian dicuci
2. Kedelai yang telah disortasi selanjutnya direndam dalam air 24 jam
3. Rebus kedelai selama 30 menit (mendidih 15 menit)
4. Direndam dalam air semalam.
5. Kedelai rendaman selanjutnya dikupas, kemudian dicuci dan ditiriskan
6. Kedelai kupas dikukus 15 menit, kemudian didinginkan
7. Kedelai yang telah dingin, diberi ragi tempe
8. Kedelai yang telah diberi ragi, dimasukkan dalam plastik serta dilubangi
9. Kemasan plastik tersebut disimpan selama 2 hari (40 jam)
10. Produk tempe sudah siap untuk diolah lebih lanjut. Kecap

Kecap

* Bahan:

1. Kedelai : 0,5 gr
2. Garam : 200 gr
3. Gula jawa : 2 kg
4. Bumbu-bumbu : pekak, jinten, jahe, sere, kayu manis, salam, laos, vetsin

* Alat:

1. Nyiru, guci/toples
2. pisau, telenan, kain saring
3. wajan dan kompor.

* Cara Pembuatan:

1. Kedelai dicuci sampai bersih, kemudian direndam dalam 1,5 – 2 liter air bersih selama satu malam.
2. Direbus dengan air bersih sampai lunak.
3. Buat larutan garam 20% (200gr garam dilarutkan dalam 1 liter air).
4. Kedelai direndam dalam air garam selama 2 – 4 minggu.
5. Selesai perendaman, disaring, cairan diambil, ampas ditambah 1 liter air, rebus, disaring.
6. Masukkan gula yang telah disisir beserta bumbu-bumbu, rebus hingga mendidih.
7. Saring larutan di atas, dan dimasukkan ke dalam botol.

Tahu

* Bahan:

1. Kedelai 5 kg
2. Air secukupnya
3. Batu tahu 1 gram

* Alat:

1. Ember besar
2. Tampah (nyiru)
3. Kain Saring atau kain blancu
4. Kain pengaduk
5. Cetakan
6. Keranjang
7. Rak bambu
8. Tungku atau kompor
9. Alat penghancur (alu)

* Cara Pembuatan:

1. Dipilih kedelai yang baik, kemudian dicuci;
2. Kedelai direndam dalam air bersih selama 8 jam (paling sedikit 3 liter air untuk 1 kg kedelai). Kedelai akan mengembang jika direndam
3. Dicuci berkali-kali kedelai yang telah direndam. Apabila kurang bersih maka tahu yang dihasilkan akan cepat menjadi asam
4. Ditumbuk kedelai dan tambahkan air hangat sedikit demi sedikit hingga berbentuk bubur
5. Dimasak bubur tersebut, jangan sampai mengental pada suhu 70-80 derajat celcius (ditandai dengan adanya gelembung-gelembung kecil).
6. Disaring bubur kedelai dan endapkan airnya dengan menggunakan batu tahu (Kalsium Sulfat = CaSO4) sebanyak 1 gram atau 3 ml asam cuka untuk 1 liter sari kedelai, sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan-lahan.
7. Dicetak dan pres endapan tersebut.

Kerupuk Tahu

* Bahan :

Bahan A

1. 1500 gr ampas tahu yang sudah dipress
2. 20 gr pemutih
3. 20 gr soda kue
4. 15 gr garam
5. 2 bks maggie
6. 5 gr msg
7. 25 gr bawang putih
8. 2 sdt ketumbar

Bahan B

1. 600 gr tepung tapioka

* Cara Membuat :

1. Campurkan Ampas tahu + pemutih makanan.
2. Tambahkan bahan A yang lain.
3. Tambahkan bahan B, campur dan diuli.
4. Cetak dan padatkan pada loyang.
5. Lepaskan dari loyang, kukus sampai masak (1 – 2 jam).
6. Angin-anginkan sampai keras dan iris tipis-tipis kemudian dikeringkan.
7. Goreng dalam minyak panas.

Kembang tahu

* Bahan:

1. 500 gr Kedelai
2. 1 lt air
3. air kapur secukupnya

* Cara Membuat:

1. Rendam kedelai selama 4 – 5 jam, kemudian kedelai dicuci sampai bersih.
2. Blender kedelai dengan ditambah air sedikit.
3. Saring dengan kain saring (menghasilkan filtrat/susu kedelai).
4. Panaskan filtrat/susu kedelai sampai suhu ± 80oC, dipertahankan ± 5 – 10 menit. Bila terdapat busa, busanya dibuang.
5. Kecilkan api kemudian tes pH nya (pH > 7,0). Apabila pH kurang dari 7,0 maka perlu ditambahkan air kapur secukupnya.
6. Langit-langit yang terdapat pada rebusan filtrat/susu diambil, kemudian dikeringanginkan à Kembang Tahu.


Sumber: bisnisukm.com

Peluang Usaha Kecil Mie Basah

http://i43.photobucket.com/albums/e372/kenchaska/sotomie.jpg

Pengolahan mie dilakukan untuk menjadikan mie sebagai salah satu pangan alternatif pengganti nasi, hal ini tentu sangat menguntungkan ditinjau dari sudut pandang penganeragaman konsumsi pangan. Akhir-akhir ini konsumsi mie kian meningkat, hal ini didukung oleh berbagai keunggulan yang dimiliki mie, terutama dalam hal tekstur, rasa, penampakan, dan kepraktisan penggunaannya. Dengan demikian peluang usaha industri pengolahan mie, baik dalam industri skala kecil maupun besar masih sangat terbuka luas.

Bahan-Bahan Pembuatan Mie
Tepung terigu merupakan bahan dasar pembuatan mie. Tepung terigu diperoleh dari biji gandum (Triticum vulgare) yang digiling. Tepung terigu berfungsi membentuk struktur mie, sumber protein dan karbohidrat. Kandungan protein utama tepung terigu yang berperan dalam pembuatan mie adalah gluten.

Cara Pembuatan Mie
Tahapan pembuatan mie (basah) terdiri dari tahap pencampuran, roll press (pembentukan lembaran), pembentukan mie, pengukusan, pendinginan serta pengemasan. Tahap pencampuran bertujuan agar hidrasi tepung dengan air berlangsung secara merata dan menarik serat-serat gluten.

Resep mie basah sebagai berikut:

* Bahan:

1. Terigu Naga Biru (protein sedang) 1000 gr
2. Air 275 cc
3. Telur 2 butir
4. Garam 20 gram
5. Soda ash/soda kue 8 gram

* cara pembuatan :

larutkan garam, soda ash dalam air, masukkan telur dalam terigu dan aduk kemudian masukkan air dan aduk hingga rata. Istirahatkan adonan 10 menit, kemudian press hingga halus kemudian tipiskan dan potong menjadi untaian mie.Rebus mie dalam air mendidih selama 45 detik dan dinginkan segera
dengan di kipas. Olesi dengan minyak sayur agar tidak lengket.

Sumber: bisnisukm.com

Peluang Usaha Kecil Abon Ikan Bandeng

http://yofiena.files.wordpress.com/2009/05/113033.jpg

Salah satu jenis usaha yang potensial untuk produk ikan adalah abon ikan bandeng. Abon merupakan salah satu produk hasil olahan dari bahan baku ikan. Adapun salah satu dari tujuan pembuatan abon adalah untuk memperpanjang umur simpan dari ikan. Limbah abon yang dihasilkan berupa tulang-tulang ikan dapat digunakan untuk pembuatan tepung ikan sehingga kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh limbah industri ini juga dapat di minimalisir. Peluang pasar abon ikan bandeng sangat baik, mengingat tingkat persaingan yang masih rendah. Sehubungan dengan hal tersebut,diperlukan analisis studi kelayakan tentang pendirian industri pengolahan abon ikan bandeng.

Tahapan proses pembuatan abon ikan bandeng adalah sebagai berikut :

BAHAN

1. Ikan bandeng (2 kg)
2. Bawang merah (1 ons). Sebanyak 3/4 dari bawang ini dijadikan bawang goreng.
3. Bawang putih (0.4 ons)
4. Bubuk ketumbar secukupnya
5. Lengkuas
6. Daun salam
7. Sereh
8. Gula pasir secukupnya
9. Asam Jawa secukupnya
10. Santan kental 0.2 lt

PERALATAN

1. Pisau dan telenan. Alat ini digunakan untuk menyiangi dan memotong ikan bandeng.
2. Penggiling bumbu. Alat ini digunakan untuk menggiling bumbu sampai halus.
3. Wajan. Alat ini digunakan untuk menggoreng abon.
4. Pemarut. Alat ini digunakan untuk memarut kelapa.
5. Peniris sentrifugal. Alat ini digunakan untuk mengeluarkan minyak dari abon panas yang baru digoreng.
6. Alat press. Alat ini digunakan untuk memeras abon panas sehingga minyaknya keluar.

CARA PEMBUATAN

1. Penyiangan ikan bandeng. Ikan bandeng disiangi. Jeroan, tulang dan kepala dibuang. Setelah itu ikan dipotong-potong dan dicuci bersih.
2. Penyiapan suiran ikan. Potongan ikan bandeng yang telah dicuci bersih dikukus selama 1 jam. Setelah dingin tulang ikan dibuang, kemudian disuir-suir dan ditumbuk dengan pelan-pelan sehingga berupa serat-serat halus.
3. Penyiapan bumbu dan santan. Lengkuas dan sereh dipukul-pukul sampai memar. Bawang merah(1/4 ons), bawang putih dan ketumbar digiling halus, kemudian ditumis. Setelah agak harum,ditambahkan santan kental, lengkuas, asam jawa, gula, daun salam dan sereh. Pemanasan diteruskan sampai mendidih dan volume santan tinggal setengahnya.
4. Pemasakan abon: 1. Suiran dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam santan mendidih. Sementara itu, api dikecilkan sekedar menjaga santan tetap mendidih. Pemanasan yang disertai pengadukan dilakukan sampai suiran ikan menjadi setengah kering. Hasil yang diperoleh disebut dengan abon lembab ikan. 2. Abon lembab ikan bandeng diangkat, kemudian digoreng di dalam minyak panas (suhu 170 derajat celcius) sampai garing (bila diremas berkemersik).
5. Penirisan. Abon panas yang baru diangkat dari minyak harus segera ditiriskan. Penirisan dianjurkan dengan menggunakan alat peniris sentrifugal, alat pres ulir, atau pres hidrolik.Setelah ditiriskan dengan alat peniris sentrifugal, atau alat pres, abon dipisah-pisahkan.
6. Pencampuran dengan bawang goreng. Abon yang telah ditiriskan dicampur dengan bawang goreng. Hasil yang diperoleh disebut dengan abon ikan bandeng.
7. Pengemasan. Abon ikan bandeng dikemas di dalam kemasan yang tertutup rapat. Kantong plastik merupakan salah satu kemasan yang cukup baik digunakan untuk mengemas abon.


Sumber: bisnisukm.com

Peluang Usaha Kecil Limbah Cakar Ayam

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFVh9EtE7QONYwK1-iLXpgPb8uMFGECzSOOkpuV49TjlOUOs8R29kxPtzfhjJE0i1tkKScprNeNW4Fu-cGuXJZal0qfBtepdRpS4WX0V-ARm0_RCKTyNbnIkC1Uj7YanwuadQRg-kmQMg/s320/N!%C3%A5010.jpg

Cakar merupakan sisa pemotongan ayam setelah diambil karkasnya. Masyarakat mengkonsumsi cakar ayam sejauh ini terbatas untuk sop, semur, bacem, dll., tetapi masih sangat jarang masyarakat mengkonsumsi rambak cakar, selain karena sulit didapat di pasar juga karena sulit dalam pengolahannya.

Cakar ayam dijual murah di pasar-pasar yang dihasilkan dari Rumah Potong Ayam (RPA). Dengan nilai jual cakar ayam yang tidak terlalu besar maka perlu adanya alternatif pengolahan cakar ayam yang lebih memiliki nilai jual, salah satunya adalah pengolahan menjadi rambak cakar ayam.
Rambak cakar ayam tergolong makanan ringan yang memiliki sifat renyah (keras tapi mudah patah). Kerenyahan inilah sebenarnya yang membuat rambak cakar ayam banyak disukai konsumen. Apalagi selain renyah, rasanya juga enak, tahan lama, praktis, dan dapat dinikmati kapan saja (terutama di saat santai) (Sutejo dkk, 2000).

Sebagai bahan baku rambak cakar sebenarnya merupakan daging dan kulit yang ada di bagian kaki. Oleh karena itu, kandungan gizi antara cakar dan daging ayam bias dikatakan relative sama. Seperti halnya daging ayam, cakar ayam juga mengandung protein, kalori, kalsium, fosfor, lemak, besi, dan vitamin A serta B1. Meski zat-zat gisi tersebut jum;ahnya bervariasi, tetapi kandungan protein, kalori, dan fosfornya cukup tinggi. Untuk itu perlu dipelajari bagaimana mengolah rambak cakar secara tepat dan benar.

Cara pengolahan Rambak cakar ayam, sebagai berikut
Bahan :

1. Cakar ayam 1 Kg
2. Garam 100 gram

Cara :

1. Cakar ayam di sortasi dan dicuci sampai bersih
2. Cakar ayam direndam dengan air garam + 15 menit
3. Cakar ayam dikukus selama + 3 menit ( jangan terlalu lama untuk memudahkan pengelupasan kulit )
4. Hasil kukusan didinginkan
5. Setelah dingin kulit cakar ayam dikelupas, diusahakan hasil kelupasan dalam keadaan utuh
6. Hasil kelupasan dikeringkan dalam oven 50o C selama 24 jam, atau di bawah sinar matahari ± 3 hari
7. Cakar ayam yang sudah kering lalu digoreng dan dikemas dalam plastik.


Sumber: bisnisukm.com

Peluang Usaha Kecil Es Krim Dari Tela

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKin2epn3W3qk0ruSROxlRXSV4qL6y-FnDNk2pBQZ_KzdRag9OfaVZQenTGdjfswWbym1q_QbmBHuTlPiYcdU2o7K8vZy3XAkmbjZYjoUS5Nj9Z_PMDeTWECNIN0-ZtIEgd5qP2v6-zg1r/s320/pho_ice_cream_sundae.jpg

Industri es krim kini semakin berkembang, termasuk teknologi pembuatannya. Hal ini memungkinkan orang untuk membuat es krim dengan lebih mudah. Hasilnya pun lebih baik secara kualitas dan lebih bervariasi.

Akhir-akhir ini banyak bermunculan gerai-gerai es krim, baik berupa gerai kecil maupun cafe eksklusif. Jika dicermati, usaha ini sangat berpeluang untuk dikembangkan. Anda bisa mulai dari rumah dengan modal yang tidak terlalu besar.

Variasi es krim sangat banyak. Beberapa negara memiliki es krim dengan ciri rasa yang khas dan berbeda dari lainnya. Misalnya, di Italia berkembang es krim yang dikenal dengan nama gelato.

Sementara itu, di Jepang terdapat macha, ogura, dan mochi yang juga memiliki rasa khas. Selain itu, variasi rasa dan penyajian es krim pun semakin beragam. Kini banyak penjual es krim menambahkan bahan lain seperti choco chip, kacang-kacangan, dan buah-buahan segar, baik dicampurkan ataupun hanya ditaburkan di atasnya.

Selain untuk menambah rasa, bahan tersebut juga dapat meningkatkan performa es krim sehingga meningkatkan minat konsumen. Namun, untuk membuat es krim yang nikmat diperlukan pengetahuan yang memadai.

Misalnya, pengetahuan bahan, peralatan, dan sistem pembuatan es krim dengan bahan-bahan dasar yang dibutuhkan. Bahkan, untuk skala usaha, diperlukan keahlian mengemas es krim sehingga tampil memikat bagi konsumen.

Terobosan Baru Bahan Baku Tela
Mahasiswa jurusan sosial ekonomi Muhamadiyah yogyakarta menciptakan es krim dengan bahan dasar tela atau ubi jalar untuk memanfaatkan komoditas lokal DIY.

Aris slamet widodo, dosen agribisnis UMY menjelaskan sebelumnya variasi olahan tela bisa digoreng direbus dibuat keripik dan sebagainya. Rata-rata olahan yang selama ini ada adalah olahan tradisional.

Kini diolah mejadi bentuk lain yaitu es krim yang sangat diminati oleh masyarakat. Ubi jalar dipilih sebagai bahan dasar pembuatan es krim karena kaya akan kandungan nutrisi yang meliputi protein, karbohidrat, kalori, kalsium, fosfor, zat besi, karoten,vitamin B1, B2, C dan asam nikoninat.

Selain itu ubi jalar berkhasiat sebagi tonik dan menghentikan pendarahan. Antioksidan yang tersimpan dalam ubi jalar merah mampu menghalangi laju perusakan sel oleh radikal bebas.

Sehingga dapat mencegah kemerosotan daya ingat dan kepikunan, penyakit jantung koroner serta kanker. Pembuatan es krim berbahan dasar tela tidak terlalu rumit. Tela dikupas, dibersihkan lalu direbus. Setelah itu diblender agar seratnya hilang.

Tela yang sudah lembut dikukus dan menjadi adonan dasar. Adonan itu tahan selama 12 jam. Tapi setelah dimasukkan ke dalam alat pengolah bersama bahan-bahan lainnya, seperti susu krim, gula dan perasa, hasilnya bisa tahan berhari-hari meskipun tanpa bahan pengawet.

Es krim itu selanjutny abiasa dijual di Agrimart UMY seharga Rp.2.000,00 per porsi. Rasa yang tersedia antara lain vanila, coklat, strawberry, dan blueberry. Dalam sehari mampu menjual 400-500 porsi dalam sehari.

Keberadaan Agrimart UMY dengan berbagai produk olahan yang dihasilkan, juga berfungsi sebagai sarana untuk menginkubasi calon lulusan tentang kewirausahaan sehingga sarjana pertanian yang dihasilkan dapat menjadi mandiri dan berwirausaha.

Terobosan fakultas pertanian UMY dalam mengembangkan potensi lokal merupakan bentuk kepedulian terhadap rendahnya penghargaan konsumen terhadap komoditi lokal serta memanfaatkan potensi pasar yang ada.

Sumber gambar : femiadi.wordpress.com

Sumber: bisnisukm.com

Peluang Usaha Hortikultura Kabupaten Bantaeng

http://www.deptan.go.id/news/admin/image/hortikultura.jpg

Dengan luas lahan yang mencapai ±39.583 Ha, Kab. Bantaeng masih sangat potensial untuk dikembangkan menjadi sentra tanaman holtikultura untuk wilayah Indonesia Bagian Timur.

Secara geografis Kabupaten Bantaeng terletak pada titik 5o21′23″-5o35′26″ lintang selatan dan 119o51′42″-120o5′26″bujur timur. Berjarak 125 Km kearah selatan dari Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan. Luas wilayahnya mencapai 395,83 Km2, dengan jumlah penduduk 170.057 jiwa (2006) dengan rincian Laki-laki sebanyak 82.605 jiwa dan perempuan 87.452 jiwa. Terbagi atas 8 kecamatan serta 46 desa dan 21 kelurahan.

Kentang adalah salah satu tanaman holtikultura yang paling menonjol di daerah tersebut. Data terakhir menunjukkan bahwa produksi kentang mencapai 4.847 ton (2006). Selain kentang, holtikultura lainnya adalah kool 1.642 ton, wortel 325 ton, dan buah-buahan seperti pisang dan mangga. Kab. Bantaeng juga termasuk salah satu produsen Jagung terbesar keempat di Sulawesi Selatan, Dari Total produksi Sulawesi Selatan sebanyak 800.000 ton jagung per tahun, produksi jagung di Kab. Bantaeng mencapai 186.561 Ton dengan luas lahan sebesar 36.178 Ha.

Perkembangan produksi perkebunan, khususnya komoditi utama mengalami peningkatan yang cukup berarti.Bahkan Kabupaten ini punya visi menjadikan sebagai kabupaten agribisnis terkemuka di kawasan timur Indonesia. Misinya mengembangkan jenis tanaman hortikultura yang punya prospek pasar dalam negeri maupun ekspor pada wilayah yang secara teknis sesuai baik agroklimat maupun lahan.

Pada bagian utara daerah ini terdapat dataran tinggi yang meliputi pegunungan Lompobattang. Sedangkan di bagian selatan membujur dari barat ke timur terdapat dataran rendah yang meliputi pesisir pantai dan persawahan.

Potensi buah - buahan

Kab. Bantaeng saat ini memprioritaskan pengembangan sejumlah buah tropika nusantara, seperti : manggis, jeruk, rambutan, durian, dll. Dan dari jenis buah-buahan tersebut merupakan produk unggulan daerah yang dapat dikembangkan sebagai pendapatan daerah. Untuk mencapai hal tersebut, saat ini pemerintah darah setempat berusaha untuk memberikan informasi kepada para investor dalam menanamkan modalnya di bidang ini sekaligus dalam rangka lebih mengembangkan komoditi ini di Kabupaten Bantaeng.

Sebagai salah satu kabupaten di Indonesia, Kabupaten Bantaeng memiliki keanekaragaman agroklimat, sehingga boleh dibilang wilayah ini mampu menghasilkan hampir semua jenis buah tropika, termasuk diantaranya sejumlah jenis buah-buahan subtropik seperti buah-buahan dan sayuran dataran tinggi. Komoditi tersebut di Bantaeng punya potensi dan prospek yang bagus untuk dikembangkan secara agribisnis, karena ketersediaan sumberdaya alam, keanekaragaman jenis dan varietas, nilai ekonomis yang relatif tinggi, beraneka keadaan agroekologi dan pasar yang terbuka luas.

Pasar komoditi ini tidak diragukan, karena tingkat konsumsinya cukup meningkat setiap saat, industri hilir dan hulu sangat mendukung serta permintaan pasar luar negeri atau ekspor juga terbuka luas. Komoditi ini menjadi landasan bagi Bantaeng sekaligus penggerak roda perekonomian daerah dan merupakan lapangan kerja yang menyerap tenaga kerja penduduk dalam jumlah besar.

Sumber: bisnisukm.com

Peluang Usaha Minuman Dari Lidah Buaya

http://ayobertani.files.wordpress.com/2009/05/lidahbuaya_fadlol.jpg

Salah satu industri pengolahan hasil pertanian yang sekarang ini sedang marak dikembangkan adalah industri pengolahan komoditas lidah buaya.

Komoditas lidah buaya adalah salah satu peluang investasi di sektor pertanian, khususnya tanaman pangan hortikultura yang sangat prospek untuk dikembangkan karena permintaan pasar terhadap komoditas tersebut semakin meningkat.

Pengembangan agribisnis lidah buaya memiliki prospek sangat bagus dilihat dari segi keterlibatan masyarakat dan manfaat yang ditimbulkannya, antara lain:
(1) Cara pembudidayaan lidah buaya relatif mudah;
(2) Mendorong tumbuhnya industri pedesaan baik sektor hulu maupun sektor hilir, sehingga dapat memperluas lapangan kerja di pedesaan;
(3) Penganeka-ragaman produknya sangat beragam dari mulai makanan dan minuman, bahan baku kosmetika, dan bahan baku obat-obatan;
(4) Nilai tambah produk hilirnya cukup besar;
(5) Permintaan produk olahannya mempunyai pasar yang bagus.

Pengembangan agribisnis lidah buaya di Indonesia terpusat di Pontianak Propinsi Kalimantan Barat. Lidah buaya juga banyak diusahakan di Pulau Jawa, tetapi skala usahanya relatif sempit dan lokasinya terpencar.

Pengembangan lidah buaya di Jawa Barat berada di daerah Bogor dan Parung. Lidah buaya di daerah tersebut dibudidayakan secara organik. Hasil produksinya digunakan sebagai bahan baku pembuatan minuman kesehatan lidah buaya.

Potensi & Permasalahan Lidah Buaya Purworejo
Kabupaten Purworejo merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang berpotensi dalam pengembangan usaha tani lidah buaya. Pengembangan lidah buaya di Kabupaten Purworejo tepatnya di Desa Winong, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo.

Produksi dan luas lahan lidah buaya di Kecamatan Winong Kabupaten Purworejo menempati urutan pertama di Propinsi Jawa Tengah. Hal ini merupakan kenyataan yang menunjukkan betapa pentingnya peranan lidah buaya bagi ekonomi petani, kelangsungan produksi agroindustri berbasis lidah buaya.

Kebanyakan pengolahan lidah buaya menjadi minuman lidah buaya di Kabupaten Purworejo dilakukan oleh industri skala kecil yang masih menggunakan teknologi pengolahan yang cukup sederhana. Hasil akhir yang nantinya akan dijual dalam bentuk minuman kesehatan, minuman lidah buaya (nata de aloe).

Pada umumnya, pengusaha belum menjalankan usahanya tersebut berdasarkan pembukuan keuangan yang rapi, sehingga nilai keuntungan yang diperoleh masih bersifat kasar.

Oleh karena itu, kiranya perlu dilakukan analisis finansial yang lebih terinci agar pihak manajemen mengetahui omzet dan keuntungan yang sebenarnya.

Sumber: bisnisukm.com