Senin, 01 Juni 2009

Peluang Usaha Kecil Toko Kelontong

http://3.bp.blogspot.com/_a8jI6Kk6dgU/Raw7v5Hh92I/AAAAAAAABKM/89RgLYFbC1Y/s400/Grocery%2BStore.jpgMembuka usaha toko kelontong dengan memanfaatkan ruangan yang tidak terpakai di rumah memang sangat menyenangkan. Untuk seorang ibu rumah tangga selain bisa tetap menjaga rumah, juga bisa tetap menjaga anak apalagi jika bisa menghasilkan keuntungan yang berlipat pula.

Toko kelontong biasanya mempunyai pasar yang selalu ada, yakni tetangga sekitar pemukiman tersebut sebagai konsumennya. Walaupun margin per item tipis tapi total keuntungan yang didapatkan cukuplah menggiurkan.

Selain itu, jumlah produk yang dijual semakin beragam dan banyak. Semakin beargam produk yang dijual, keuntungan akan semakin besar pula. Tidak hanya barang kebutuhan pokok saja tetapi barang-barang kebutuhan sekunder pun juga semakin banyak jenisnya.

UD. Cendrawasih adalah salah satu toko kelontong yang sudah berjalan. Usaha tersebut telah berdiri sejak 15 tahun yang lalu. Pemiliknya bernama ibu Kwasua.

Sebagai pemilik, ibu Kwasua memang menyukai usaha kelontongan ini. Usaha ini dijalaninya karena dianggap mudah dibandingkan usaha warung makan yang baginya terlalu ribet dan butuh keahlian.

Barang-barang yang ada di tokonya dibeli di pasar Demangan dan beberapa sales yang datang ke tokonya. Beraneka macam barang yang disediakannya kebutuhan sembako seperti gula, teh, kopi, mie instan, dan juga beras. Juga keperluan lainnya seperti sabun mandi maupun sabun cuci, aneka minuman instan, telur dan masih banyak lagi.

Sebagai pelengkap dan menambah pemasukan maka usahanya ditambah dengan berjualan pulsa handphone. Hal ini dilakukannya karena kesadaran akan kebutuhan pulsa hp terlebih untuk para mahasiswa yang kost di tempat sekitarnya.

Hal yang Dipersiapkan dalam Membuka Toko Kelontong

Untuk membuka usaha toko kelontongan ini yang harus disiapkan adalah etalase dan rak yang digunakan untuk memajang barang-barang dagangannya. Besarnya etalase disesuaikan dengan jumlah dan jenis barang yang dijual, dan berapa modal yang ada untuk memulai usaha ini.

Untuk rak, jika modal terbatas maka pemilik cukup membeli bagian-bagiannya saja seperti kayu dan besi kemudian dirakit sendiri karena ini jelas lebih menghemat.

Persiapan tempat yang strategis untuk berjualan seperti di depan rumah atau garasi, atau dengan menyewa ruko sangat perlu diperhatikan. Dan jangan lupa menyiapkan timbangan untuk menakar barang-barang dan kalkulator untuk menghitung.

Sebagai pemula, jika belum mengenal agen atau distributor dari produk-produk yang akan dijual pemilik bisa langsung mendatangi mereka. Usahakan selalu membeli barang langsung dari distributor atau agen karena harganya jauh lebih murah.

Susunlah daftar barang yang akan dijual, disesuaikan dengan modal yang ada. Sambil menyusun, buatlah skala prioritas terhadap barang-barang tersebut. Untuk barang yang diprediksi akan cepat laku maka stok diperbanyak dan selalu dipersiapkan agar tidak pernah kehabisan.

Simulasi Keuntungan
Pendapatan
Asumsi pendapatan harian Rp 600.000,00
Omset 1 bulan : Rp 600.000,00 x 30 = Rp 18.000.000,00

Pengeluaran
Belanja stok produk = Rp 500.000,00 x 30 = Rp 15.000.000,00
Transportasi = Rp 5.000,00 x 30 = Rp 150.000,00
Listik dll = Rp 50.000,00
Total pengeluaran = Rp 15.200.000,00

Keuntungan bersih
Rp 18.000.000,00 - Rp 15.200.000,00 = Rp 2.800.000,00

Sumber: bisnisukm.com

Peluang Usaha Kecil Stempel Surat

http://www.wisatamelayu.com/image/museum-bkpbm-09.jpg

Ddalam hubungan komunikasi antar manusia sejak dulu hingga sekarang dibutuhkan suatu komitmen atau ketegasan, terutama untuk komunikasi secara tidak langsung.

Komunikasi secara tidak langsung biasanya menggunakan surat dengan berbagai media yang semakin berkembang dewasa ini. Pada setiap surat terdapat suatu ketegasan siapa orang yang “berbicara” dalam surat tersebut yang ditunjukkan dengan tanda tangan.

Untuk formalitas, surat-surat resmi yang terutama berasal dari suatu institusi tidaklah cukup dengan tanda tangan saja melainkan harus dibubuhi suatu cap, simbol atau stempel yang melambangkan institusi tersebut.

Sehingga sampai saat ini kebutuhan akan cap atau stempel dalam urusan surat-menyurat secara resmi antar institusi atau lembaga sangat urgen. Semakin meningkatnya kepentingan antar institusi satu dengan yang lainnya semakin meningkatkan urusan surat-menyurat sehingga kebutuhan akan stempel semakin meningkat. Hal ini menciptakan peluang untuk menyediakan stempel sesuai dengan institusi yang bersangkutan.

Marno adalah pengusaha pembuatan stempel. awalnya Marno hanya menjalankan usaha afdruk foto. Salah seorang menitipkan produk stempel untuk dijual di kios afdruk fotonya. Saat itu, temannya menyarankan apabila sudah tahu cara membuat stempel dan mempunyai modal, hendaknya Marno membuat usaha stempel sendiri.

Seiring dengan berjalannya waktu, usaha afdruk Marno semakin banyak saingan sehingga mengalami penurunan omset yang diterimanya.

Pada tahun 1997, Marno minta ijin kepada temannya untuk membuka usaha stempel sendiri dan diberi nama Gatotkaca Stempel. Marno membuat 3 jenis stempel, yaitu :

  1. Jenis klise, gagang stempel dari kayu atau fiber dan tinta hanya bisa 1 warna. Membutuhkan bantalan tinta.
  2. Jenis Flashstamp, gagang stempel dari plastik atau sejenisnya dimana sistem tinta bisa dilakukan pengisian ulang yang terletak pada gagang stempel sehingga tidak perlu bantalan tinta.
  3. Jenis Trodat, hampir sama dengan jenis flashstamp dengan tinta bisa lebih dari 1 warna.

Kapasitas produksinya sangat fluktuatif, tergantung ramai atau sepinya pesanan. Pada saat kondisi sepi, dalam 1 minggu hanya 2-3 buah pesanan. Sedangkan dalam kondisi banyak pesanan bisa mencapai 7-8 buah pesanan per minggunya.

Untuk membuat stempel cukuplah sederhana dan hanya membutuhkan bahan baku gagang stempel yang bisa diperoleh di agen-agen penjualan Jogja dan bahan cap atau disebut dengan istilah klise yang dijual dalam bentuk lembaran.

Kebutuhan klise tergantung dengan ukuran stempel yag dibuat. Harga masing-masing bahan antara lain :

Bahan baku Jenis Harga
Klise - Rp. 90.000/lembar
Gagang stempel Kayu Rp. 500 - Rp 1000 / buah
Fiber Rp.15.000/buah
Flashstamp Rp. 20.000 - Rp25.000/ buah, tergantung ukuran
Trodat Rp. 50.000/ buah

Proses Produksi

Marno menjalankan usaha stempel ini sendiri, tanpa ada tenaga karyawan karena proses pembuatannya cukup sederhana. Cara pembuatan sebuah stempel yaitu, desain dari konsumen dibuat film atau semacam cetakan negatifnya. Desain tersebut difile-kan dalam komputer dan diprint pada kertas minyak. Bila tidak mempunyai komputer, pem-filman memesan dengan biaya Rp5000,- dengan 2 gambar cetakan pada kertas minyak.

Bahan klise dipotong sesuai dengan ukuran desain stempel. Kemudian, desain stempel pada kertas minyak direkatkan pada permukaan klise dimana permukaan klise sebelumnya sudah diolesi minyak supaya hasil rekatan tidak ada rongga udara.

Apabila tinta printer mempunyai kualitas kurang bagus, biasanya tinta akan luntur ketika terkena minyak. Setelah gambar desain merekat dengan baik pada klise, selanjutnya dilakukan penyinaran menggunakan lampu ultra violet selama 15 menit.

Apabila untuk pembuatan stempel tinta berwarna, maka penyinaran dilakukan menggunakan lampu blits. Kemudian rekatan dilepas dengan hati-hati dan dilakukan penggosokan pada permukaan bahan klise.

Penggosokan bisa dilakukan menggunakan sikat gigi atau sikat sepatu dan sikat diolesi bensin atau tiner. Hasil dari penggosokan tersebut adalah lunturnya sebagian bahan klise dan sebagian lain menonjol. Proses terakhir adalah penjemuran.

Setelah kering, pada sisi belakang bahan klise dilekatkan bahan karet tipis sebagai bantalan cap. Kemudian setelah kedua bagian tersebut melekat cukup kuat, maka dilekatkan pada gagang stempel. Masing-masing pengrajin menghasilkan kualitas stempel yang sama. Karena kualitas bahan baku dan proses pembuatan hampir standar.

Pemasaran

Konsumen yang menggunakan produk stempel Marno adalah instansi, baik pemerintah, swasta atau pendidikan dan kepanitiaan. Patokan harga jual antara lain

Stempel Jenis Harga

Klise Gagang kayu Rp 25.000/buah 1 hari jadi Rp 40.000/buah, 1 jam jadi Gagang kristal Rp 35.000/ buah, 1 hari jadi Rp 60.000/ buah, 1jam jadi
Warna Gagang Flashstamp Rp100.000/ buah, 1 hari jadi Gagang Trodat Rp160.000/ buah, 1 hari jadi

Sejauh ini, Marno jarang menaikkan harga. Selain daya beli konsumennya yang sebagian besar mahasiswa, juga karena semakin banyaknya pesaing di bidang ini.

Kendala yang dihadapinya pada proses pengadaan bahan baku klise yang terkadang sulit diperoleh. Untuk mendapatkannya kadang harus sampai Surakarta, itupun harga sangat tinggi mencapai Rp. 200.000/ lembarnya. Saat ini, Marno mencoba mengumpulkan modal supaya bisa membuka cabang baru atau melengkapi usaha dengan komputer sehingga proses pembuatan film lebih murah.

Simulasi Keuntungan Usaha

Pengeluaran
Bahan Baku
Klise : 1 lembar x Rp.90.000 = Rp. 90.000
Gagang kayu : 9 buah x Rp. 1.000 = Rp. 9.000
Gagang kristal : 5 buah x Rp. 15.000 = Rp. 75.000
Gagang flashstamp : 4 buah x Rp. 20.000 = Rp. 80.000
Gagang trodat : 2 buah x Rp. 50.000 =Rp. 100.000
Jumlah = Rp. 354.000

Pendapatan
Penjualan stempel gagang kayu : 9 buah x Rp.25.000 = Rp. 225.000
Penjualan stempel gagang kristal : 5 buah x Rp. 35.000 = Rp. 175.000
Penjualan stempel gagang flashstamp: 4 buah x Rp. 100.000=Rp. 400.000
Penjualan stempel gagang trodat : 2 buah x Rp. 160.000= Rp. 320.000
Jumlah =Rp. 1.120.000

Keuntungan : Rp. 1.120.000 - Rp. 354.000 = Rp. 766.000/bln



Sumber: bisnisukm.com

Peluang Usaha Kecil Olahan Kedelai

http://salwanaz.files.wordpress.com/2008/01/tempe-crop.jpg

Kedelai (Glycine max Merr) merupakan salah satu hasil pertanian yang sangat penting sebagai bahan makanan, karena jumlah dan mutu protein yang dikandungnya sangat tinggi yaitu sekitar 40 % hampir menyamai kadar protein susu skim kering. (Hardjo, 1964).
Sebagai bahan baku makanan, kedelai termasuk bahan makanan yang mempunyai susunan zat yang lengkap dan mengandung hampir semua zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang cukup (Winarno dan Rahman, 1974). Bila seseorang tidak boleh atau tidak dapat makan daging atau sumber protein hewani lainnya, kebutuhan protein sebesar 55 gram per hari dapat dipenuhi dengan makanan yang berasal dari 157,14 gram kedelai. Kedelai merupakan komoditas pertanian yang sangat penting, karena memiliki multi guna. Kedelai dapat diolah menjadi: tempe, kecap, tahu, kerupuk tahu, kembang tahu, nata de soya, susu, soyghurt, dan lain-lainnya. Proses pengolahan kedelai menjadi berbagai makanan pada umumnya merupakan proses yang sederhana, dan peralatan yang digunakan cukup dengan alat-alat yang biasa dipakai di rumah tangga, kecuali mesin pengupas, penggiling, dan cetakan.

Proses pengolahan kedelai untuk produk pangan antara lain:

Tempe

* Bahan : Kedelai putih (1/2 kg), Air bersih, Bibit tempe/ragi tempe dan plastik

* Alat : Dandang, blender, ember plastik, tambir/tampah bersih, plastik.

* Cara Pembuatan :

1. Kedelai disortasi kemudian dicuci
2. Kedelai yang telah disortasi selanjutnya direndam dalam air 24 jam
3. Rebus kedelai selama 30 menit (mendidih 15 menit)
4. Direndam dalam air semalam.
5. Kedelai rendaman selanjutnya dikupas, kemudian dicuci dan ditiriskan
6. Kedelai kupas dikukus 15 menit, kemudian didinginkan
7. Kedelai yang telah dingin, diberi ragi tempe
8. Kedelai yang telah diberi ragi, dimasukkan dalam plastik serta dilubangi
9. Kemasan plastik tersebut disimpan selama 2 hari (40 jam)
10. Produk tempe sudah siap untuk diolah lebih lanjut. Kecap

Kecap

* Bahan:

1. Kedelai : 0,5 gr
2. Garam : 200 gr
3. Gula jawa : 2 kg
4. Bumbu-bumbu : pekak, jinten, jahe, sere, kayu manis, salam, laos, vetsin

* Alat:

1. Nyiru, guci/toples
2. pisau, telenan, kain saring
3. wajan dan kompor.

* Cara Pembuatan:

1. Kedelai dicuci sampai bersih, kemudian direndam dalam 1,5 – 2 liter air bersih selama satu malam.
2. Direbus dengan air bersih sampai lunak.
3. Buat larutan garam 20% (200gr garam dilarutkan dalam 1 liter air).
4. Kedelai direndam dalam air garam selama 2 – 4 minggu.
5. Selesai perendaman, disaring, cairan diambil, ampas ditambah 1 liter air, rebus, disaring.
6. Masukkan gula yang telah disisir beserta bumbu-bumbu, rebus hingga mendidih.
7. Saring larutan di atas, dan dimasukkan ke dalam botol.

Tahu

* Bahan:

1. Kedelai 5 kg
2. Air secukupnya
3. Batu tahu 1 gram

* Alat:

1. Ember besar
2. Tampah (nyiru)
3. Kain Saring atau kain blancu
4. Kain pengaduk
5. Cetakan
6. Keranjang
7. Rak bambu
8. Tungku atau kompor
9. Alat penghancur (alu)

* Cara Pembuatan:

1. Dipilih kedelai yang baik, kemudian dicuci;
2. Kedelai direndam dalam air bersih selama 8 jam (paling sedikit 3 liter air untuk 1 kg kedelai). Kedelai akan mengembang jika direndam
3. Dicuci berkali-kali kedelai yang telah direndam. Apabila kurang bersih maka tahu yang dihasilkan akan cepat menjadi asam
4. Ditumbuk kedelai dan tambahkan air hangat sedikit demi sedikit hingga berbentuk bubur
5. Dimasak bubur tersebut, jangan sampai mengental pada suhu 70-80 derajat celcius (ditandai dengan adanya gelembung-gelembung kecil).
6. Disaring bubur kedelai dan endapkan airnya dengan menggunakan batu tahu (Kalsium Sulfat = CaSO4) sebanyak 1 gram atau 3 ml asam cuka untuk 1 liter sari kedelai, sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan-lahan.
7. Dicetak dan pres endapan tersebut.

Kerupuk Tahu

* Bahan :

Bahan A

1. 1500 gr ampas tahu yang sudah dipress
2. 20 gr pemutih
3. 20 gr soda kue
4. 15 gr garam
5. 2 bks maggie
6. 5 gr msg
7. 25 gr bawang putih
8. 2 sdt ketumbar

Bahan B

1. 600 gr tepung tapioka

* Cara Membuat :

1. Campurkan Ampas tahu + pemutih makanan.
2. Tambahkan bahan A yang lain.
3. Tambahkan bahan B, campur dan diuli.
4. Cetak dan padatkan pada loyang.
5. Lepaskan dari loyang, kukus sampai masak (1 – 2 jam).
6. Angin-anginkan sampai keras dan iris tipis-tipis kemudian dikeringkan.
7. Goreng dalam minyak panas.

Kembang tahu

* Bahan:

1. 500 gr Kedelai
2. 1 lt air
3. air kapur secukupnya

* Cara Membuat:

1. Rendam kedelai selama 4 – 5 jam, kemudian kedelai dicuci sampai bersih.
2. Blender kedelai dengan ditambah air sedikit.
3. Saring dengan kain saring (menghasilkan filtrat/susu kedelai).
4. Panaskan filtrat/susu kedelai sampai suhu ± 80oC, dipertahankan ± 5 – 10 menit. Bila terdapat busa, busanya dibuang.
5. Kecilkan api kemudian tes pH nya (pH > 7,0). Apabila pH kurang dari 7,0 maka perlu ditambahkan air kapur secukupnya.
6. Langit-langit yang terdapat pada rebusan filtrat/susu diambil, kemudian dikeringanginkan à Kembang Tahu.


Sumber: bisnisukm.com

Peluang Usaha Kecil Mie Basah

http://i43.photobucket.com/albums/e372/kenchaska/sotomie.jpg

Pengolahan mie dilakukan untuk menjadikan mie sebagai salah satu pangan alternatif pengganti nasi, hal ini tentu sangat menguntungkan ditinjau dari sudut pandang penganeragaman konsumsi pangan. Akhir-akhir ini konsumsi mie kian meningkat, hal ini didukung oleh berbagai keunggulan yang dimiliki mie, terutama dalam hal tekstur, rasa, penampakan, dan kepraktisan penggunaannya. Dengan demikian peluang usaha industri pengolahan mie, baik dalam industri skala kecil maupun besar masih sangat terbuka luas.

Bahan-Bahan Pembuatan Mie
Tepung terigu merupakan bahan dasar pembuatan mie. Tepung terigu diperoleh dari biji gandum (Triticum vulgare) yang digiling. Tepung terigu berfungsi membentuk struktur mie, sumber protein dan karbohidrat. Kandungan protein utama tepung terigu yang berperan dalam pembuatan mie adalah gluten.

Cara Pembuatan Mie
Tahapan pembuatan mie (basah) terdiri dari tahap pencampuran, roll press (pembentukan lembaran), pembentukan mie, pengukusan, pendinginan serta pengemasan. Tahap pencampuran bertujuan agar hidrasi tepung dengan air berlangsung secara merata dan menarik serat-serat gluten.

Resep mie basah sebagai berikut:

* Bahan:

1. Terigu Naga Biru (protein sedang) 1000 gr
2. Air 275 cc
3. Telur 2 butir
4. Garam 20 gram
5. Soda ash/soda kue 8 gram

* cara pembuatan :

larutkan garam, soda ash dalam air, masukkan telur dalam terigu dan aduk kemudian masukkan air dan aduk hingga rata. Istirahatkan adonan 10 menit, kemudian press hingga halus kemudian tipiskan dan potong menjadi untaian mie.Rebus mie dalam air mendidih selama 45 detik dan dinginkan segera
dengan di kipas. Olesi dengan minyak sayur agar tidak lengket.

Sumber: bisnisukm.com

Peluang Usaha Kecil Abon Ikan Bandeng

http://yofiena.files.wordpress.com/2009/05/113033.jpg

Salah satu jenis usaha yang potensial untuk produk ikan adalah abon ikan bandeng. Abon merupakan salah satu produk hasil olahan dari bahan baku ikan. Adapun salah satu dari tujuan pembuatan abon adalah untuk memperpanjang umur simpan dari ikan. Limbah abon yang dihasilkan berupa tulang-tulang ikan dapat digunakan untuk pembuatan tepung ikan sehingga kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh limbah industri ini juga dapat di minimalisir. Peluang pasar abon ikan bandeng sangat baik, mengingat tingkat persaingan yang masih rendah. Sehubungan dengan hal tersebut,diperlukan analisis studi kelayakan tentang pendirian industri pengolahan abon ikan bandeng.

Tahapan proses pembuatan abon ikan bandeng adalah sebagai berikut :

BAHAN

1. Ikan bandeng (2 kg)
2. Bawang merah (1 ons). Sebanyak 3/4 dari bawang ini dijadikan bawang goreng.
3. Bawang putih (0.4 ons)
4. Bubuk ketumbar secukupnya
5. Lengkuas
6. Daun salam
7. Sereh
8. Gula pasir secukupnya
9. Asam Jawa secukupnya
10. Santan kental 0.2 lt

PERALATAN

1. Pisau dan telenan. Alat ini digunakan untuk menyiangi dan memotong ikan bandeng.
2. Penggiling bumbu. Alat ini digunakan untuk menggiling bumbu sampai halus.
3. Wajan. Alat ini digunakan untuk menggoreng abon.
4. Pemarut. Alat ini digunakan untuk memarut kelapa.
5. Peniris sentrifugal. Alat ini digunakan untuk mengeluarkan minyak dari abon panas yang baru digoreng.
6. Alat press. Alat ini digunakan untuk memeras abon panas sehingga minyaknya keluar.

CARA PEMBUATAN

1. Penyiangan ikan bandeng. Ikan bandeng disiangi. Jeroan, tulang dan kepala dibuang. Setelah itu ikan dipotong-potong dan dicuci bersih.
2. Penyiapan suiran ikan. Potongan ikan bandeng yang telah dicuci bersih dikukus selama 1 jam. Setelah dingin tulang ikan dibuang, kemudian disuir-suir dan ditumbuk dengan pelan-pelan sehingga berupa serat-serat halus.
3. Penyiapan bumbu dan santan. Lengkuas dan sereh dipukul-pukul sampai memar. Bawang merah(1/4 ons), bawang putih dan ketumbar digiling halus, kemudian ditumis. Setelah agak harum,ditambahkan santan kental, lengkuas, asam jawa, gula, daun salam dan sereh. Pemanasan diteruskan sampai mendidih dan volume santan tinggal setengahnya.
4. Pemasakan abon: 1. Suiran dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam santan mendidih. Sementara itu, api dikecilkan sekedar menjaga santan tetap mendidih. Pemanasan yang disertai pengadukan dilakukan sampai suiran ikan menjadi setengah kering. Hasil yang diperoleh disebut dengan abon lembab ikan. 2. Abon lembab ikan bandeng diangkat, kemudian digoreng di dalam minyak panas (suhu 170 derajat celcius) sampai garing (bila diremas berkemersik).
5. Penirisan. Abon panas yang baru diangkat dari minyak harus segera ditiriskan. Penirisan dianjurkan dengan menggunakan alat peniris sentrifugal, alat pres ulir, atau pres hidrolik.Setelah ditiriskan dengan alat peniris sentrifugal, atau alat pres, abon dipisah-pisahkan.
6. Pencampuran dengan bawang goreng. Abon yang telah ditiriskan dicampur dengan bawang goreng. Hasil yang diperoleh disebut dengan abon ikan bandeng.
7. Pengemasan. Abon ikan bandeng dikemas di dalam kemasan yang tertutup rapat. Kantong plastik merupakan salah satu kemasan yang cukup baik digunakan untuk mengemas abon.


Sumber: bisnisukm.com

Peluang Usaha Kecil Limbah Cakar Ayam

http://3.bp.blogspot.com/_WOiqFGXdnDU/SZCUx0EpkgI/AAAAAAAAAII/CpnfmRF-iZY/s320/N!%C3%A5010.jpg

Cakar merupakan sisa pemotongan ayam setelah diambil karkasnya. Masyarakat mengkonsumsi cakar ayam sejauh ini terbatas untuk sop, semur, bacem, dll., tetapi masih sangat jarang masyarakat mengkonsumsi rambak cakar, selain karena sulit didapat di pasar juga karena sulit dalam pengolahannya.

Cakar ayam dijual murah di pasar-pasar yang dihasilkan dari Rumah Potong Ayam (RPA). Dengan nilai jual cakar ayam yang tidak terlalu besar maka perlu adanya alternatif pengolahan cakar ayam yang lebih memiliki nilai jual, salah satunya adalah pengolahan menjadi rambak cakar ayam.
Rambak cakar ayam tergolong makanan ringan yang memiliki sifat renyah (keras tapi mudah patah). Kerenyahan inilah sebenarnya yang membuat rambak cakar ayam banyak disukai konsumen. Apalagi selain renyah, rasanya juga enak, tahan lama, praktis, dan dapat dinikmati kapan saja (terutama di saat santai) (Sutejo dkk, 2000).

Sebagai bahan baku rambak cakar sebenarnya merupakan daging dan kulit yang ada di bagian kaki. Oleh karena itu, kandungan gizi antara cakar dan daging ayam bias dikatakan relative sama. Seperti halnya daging ayam, cakar ayam juga mengandung protein, kalori, kalsium, fosfor, lemak, besi, dan vitamin A serta B1. Meski zat-zat gisi tersebut jum;ahnya bervariasi, tetapi kandungan protein, kalori, dan fosfornya cukup tinggi. Untuk itu perlu dipelajari bagaimana mengolah rambak cakar secara tepat dan benar.

Cara pengolahan Rambak cakar ayam, sebagai berikut
Bahan :

1. Cakar ayam 1 Kg
2. Garam 100 gram

Cara :

1. Cakar ayam di sortasi dan dicuci sampai bersih
2. Cakar ayam direndam dengan air garam + 15 menit
3. Cakar ayam dikukus selama + 3 menit ( jangan terlalu lama untuk memudahkan pengelupasan kulit )
4. Hasil kukusan didinginkan
5. Setelah dingin kulit cakar ayam dikelupas, diusahakan hasil kelupasan dalam keadaan utuh
6. Hasil kelupasan dikeringkan dalam oven 50o C selama 24 jam, atau di bawah sinar matahari ± 3 hari
7. Cakar ayam yang sudah kering lalu digoreng dan dikemas dalam plastik.


Sumber: bisnisukm.com

Peluang Usaha Kecil Es Krim Dari Tela

http://1.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/Seaw1Q6bQtI/AAAAAAAAAjU/Gx5NhO8TJk8/s320/pho_ice_cream_sundae.jpg

Industri es krim kini semakin berkembang, termasuk teknologi pembuatannya. Hal ini memungkinkan orang untuk membuat es krim dengan lebih mudah. Hasilnya pun lebih baik secara kualitas dan lebih bervariasi.

Akhir-akhir ini banyak bermunculan gerai-gerai es krim, baik berupa gerai kecil maupun cafe eksklusif. Jika dicermati, usaha ini sangat berpeluang untuk dikembangkan. Anda bisa mulai dari rumah dengan modal yang tidak terlalu besar.

Variasi es krim sangat banyak. Beberapa negara memiliki es krim dengan ciri rasa yang khas dan berbeda dari lainnya. Misalnya, di Italia berkembang es krim yang dikenal dengan nama gelato.

Sementara itu, di Jepang terdapat macha, ogura, dan mochi yang juga memiliki rasa khas. Selain itu, variasi rasa dan penyajian es krim pun semakin beragam. Kini banyak penjual es krim menambahkan bahan lain seperti choco chip, kacang-kacangan, dan buah-buahan segar, baik dicampurkan ataupun hanya ditaburkan di atasnya.

Selain untuk menambah rasa, bahan tersebut juga dapat meningkatkan performa es krim sehingga meningkatkan minat konsumen. Namun, untuk membuat es krim yang nikmat diperlukan pengetahuan yang memadai.

Misalnya, pengetahuan bahan, peralatan, dan sistem pembuatan es krim dengan bahan-bahan dasar yang dibutuhkan. Bahkan, untuk skala usaha, diperlukan keahlian mengemas es krim sehingga tampil memikat bagi konsumen.

Terobosan Baru Bahan Baku Tela
Mahasiswa jurusan sosial ekonomi Muhamadiyah yogyakarta menciptakan es krim dengan bahan dasar tela atau ubi jalar untuk memanfaatkan komoditas lokal DIY.

Aris slamet widodo, dosen agribisnis UMY menjelaskan sebelumnya variasi olahan tela bisa digoreng direbus dibuat keripik dan sebagainya. Rata-rata olahan yang selama ini ada adalah olahan tradisional.

Kini diolah mejadi bentuk lain yaitu es krim yang sangat diminati oleh masyarakat. Ubi jalar dipilih sebagai bahan dasar pembuatan es krim karena kaya akan kandungan nutrisi yang meliputi protein, karbohidrat, kalori, kalsium, fosfor, zat besi, karoten,vitamin B1, B2, C dan asam nikoninat.

Selain itu ubi jalar berkhasiat sebagi tonik dan menghentikan pendarahan. Antioksidan yang tersimpan dalam ubi jalar merah mampu menghalangi laju perusakan sel oleh radikal bebas.

Sehingga dapat mencegah kemerosotan daya ingat dan kepikunan, penyakit jantung koroner serta kanker. Pembuatan es krim berbahan dasar tela tidak terlalu rumit. Tela dikupas, dibersihkan lalu direbus. Setelah itu diblender agar seratnya hilang.

Tela yang sudah lembut dikukus dan menjadi adonan dasar. Adonan itu tahan selama 12 jam. Tapi setelah dimasukkan ke dalam alat pengolah bersama bahan-bahan lainnya, seperti susu krim, gula dan perasa, hasilnya bisa tahan berhari-hari meskipun tanpa bahan pengawet.

Es krim itu selanjutny abiasa dijual di Agrimart UMY seharga Rp.2.000,00 per porsi. Rasa yang tersedia antara lain vanila, coklat, strawberry, dan blueberry. Dalam sehari mampu menjual 400-500 porsi dalam sehari.

Keberadaan Agrimart UMY dengan berbagai produk olahan yang dihasilkan, juga berfungsi sebagai sarana untuk menginkubasi calon lulusan tentang kewirausahaan sehingga sarjana pertanian yang dihasilkan dapat menjadi mandiri dan berwirausaha.

Terobosan fakultas pertanian UMY dalam mengembangkan potensi lokal merupakan bentuk kepedulian terhadap rendahnya penghargaan konsumen terhadap komoditi lokal serta memanfaatkan potensi pasar yang ada.

Sumber gambar : femiadi.wordpress.com

Sumber: bisnisukm.com

Peluang Usaha Hortikultura Kabupaten Bantaeng

http://www.deptan.go.id/news/admin/image/hortikultura.jpg

Dengan luas lahan yang mencapai ±39.583 Ha, Kab. Bantaeng masih sangat potensial untuk dikembangkan menjadi sentra tanaman holtikultura untuk wilayah Indonesia Bagian Timur.

Secara geografis Kabupaten Bantaeng terletak pada titik 5o21′23″-5o35′26″ lintang selatan dan 119o51′42″-120o5′26″bujur timur. Berjarak 125 Km kearah selatan dari Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan. Luas wilayahnya mencapai 395,83 Km2, dengan jumlah penduduk 170.057 jiwa (2006) dengan rincian Laki-laki sebanyak 82.605 jiwa dan perempuan 87.452 jiwa. Terbagi atas 8 kecamatan serta 46 desa dan 21 kelurahan.

Kentang adalah salah satu tanaman holtikultura yang paling menonjol di daerah tersebut. Data terakhir menunjukkan bahwa produksi kentang mencapai 4.847 ton (2006). Selain kentang, holtikultura lainnya adalah kool 1.642 ton, wortel 325 ton, dan buah-buahan seperti pisang dan mangga. Kab. Bantaeng juga termasuk salah satu produsen Jagung terbesar keempat di Sulawesi Selatan, Dari Total produksi Sulawesi Selatan sebanyak 800.000 ton jagung per tahun, produksi jagung di Kab. Bantaeng mencapai 186.561 Ton dengan luas lahan sebesar 36.178 Ha.

Perkembangan produksi perkebunan, khususnya komoditi utama mengalami peningkatan yang cukup berarti.Bahkan Kabupaten ini punya visi menjadikan sebagai kabupaten agribisnis terkemuka di kawasan timur Indonesia. Misinya mengembangkan jenis tanaman hortikultura yang punya prospek pasar dalam negeri maupun ekspor pada wilayah yang secara teknis sesuai baik agroklimat maupun lahan.

Pada bagian utara daerah ini terdapat dataran tinggi yang meliputi pegunungan Lompobattang. Sedangkan di bagian selatan membujur dari barat ke timur terdapat dataran rendah yang meliputi pesisir pantai dan persawahan.

Potensi buah - buahan

Kab. Bantaeng saat ini memprioritaskan pengembangan sejumlah buah tropika nusantara, seperti : manggis, jeruk, rambutan, durian, dll. Dan dari jenis buah-buahan tersebut merupakan produk unggulan daerah yang dapat dikembangkan sebagai pendapatan daerah. Untuk mencapai hal tersebut, saat ini pemerintah darah setempat berusaha untuk memberikan informasi kepada para investor dalam menanamkan modalnya di bidang ini sekaligus dalam rangka lebih mengembangkan komoditi ini di Kabupaten Bantaeng.

Sebagai salah satu kabupaten di Indonesia, Kabupaten Bantaeng memiliki keanekaragaman agroklimat, sehingga boleh dibilang wilayah ini mampu menghasilkan hampir semua jenis buah tropika, termasuk diantaranya sejumlah jenis buah-buahan subtropik seperti buah-buahan dan sayuran dataran tinggi. Komoditi tersebut di Bantaeng punya potensi dan prospek yang bagus untuk dikembangkan secara agribisnis, karena ketersediaan sumberdaya alam, keanekaragaman jenis dan varietas, nilai ekonomis yang relatif tinggi, beraneka keadaan agroekologi dan pasar yang terbuka luas.

Pasar komoditi ini tidak diragukan, karena tingkat konsumsinya cukup meningkat setiap saat, industri hilir dan hulu sangat mendukung serta permintaan pasar luar negeri atau ekspor juga terbuka luas. Komoditi ini menjadi landasan bagi Bantaeng sekaligus penggerak roda perekonomian daerah dan merupakan lapangan kerja yang menyerap tenaga kerja penduduk dalam jumlah besar.

Sumber: bisnisukm.com

Peluang Usaha Minuman Dari Lidah Buaya

http://ayobertani.files.wordpress.com/2009/05/lidahbuaya_fadlol.jpg

Salah satu industri pengolahan hasil pertanian yang sekarang ini sedang marak dikembangkan adalah industri pengolahan komoditas lidah buaya.

Komoditas lidah buaya adalah salah satu peluang investasi di sektor pertanian, khususnya tanaman pangan hortikultura yang sangat prospek untuk dikembangkan karena permintaan pasar terhadap komoditas tersebut semakin meningkat.

Pengembangan agribisnis lidah buaya memiliki prospek sangat bagus dilihat dari segi keterlibatan masyarakat dan manfaat yang ditimbulkannya, antara lain:
(1) Cara pembudidayaan lidah buaya relatif mudah;
(2) Mendorong tumbuhnya industri pedesaan baik sektor hulu maupun sektor hilir, sehingga dapat memperluas lapangan kerja di pedesaan;
(3) Penganeka-ragaman produknya sangat beragam dari mulai makanan dan minuman, bahan baku kosmetika, dan bahan baku obat-obatan;
(4) Nilai tambah produk hilirnya cukup besar;
(5) Permintaan produk olahannya mempunyai pasar yang bagus.

Pengembangan agribisnis lidah buaya di Indonesia terpusat di Pontianak Propinsi Kalimantan Barat. Lidah buaya juga banyak diusahakan di Pulau Jawa, tetapi skala usahanya relatif sempit dan lokasinya terpencar.

Pengembangan lidah buaya di Jawa Barat berada di daerah Bogor dan Parung. Lidah buaya di daerah tersebut dibudidayakan secara organik. Hasil produksinya digunakan sebagai bahan baku pembuatan minuman kesehatan lidah buaya.

Potensi & Permasalahan Lidah Buaya Purworejo
Kabupaten Purworejo merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang berpotensi dalam pengembangan usaha tani lidah buaya. Pengembangan lidah buaya di Kabupaten Purworejo tepatnya di Desa Winong, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo.

Produksi dan luas lahan lidah buaya di Kecamatan Winong Kabupaten Purworejo menempati urutan pertama di Propinsi Jawa Tengah. Hal ini merupakan kenyataan yang menunjukkan betapa pentingnya peranan lidah buaya bagi ekonomi petani, kelangsungan produksi agroindustri berbasis lidah buaya.

Kebanyakan pengolahan lidah buaya menjadi minuman lidah buaya di Kabupaten Purworejo dilakukan oleh industri skala kecil yang masih menggunakan teknologi pengolahan yang cukup sederhana. Hasil akhir yang nantinya akan dijual dalam bentuk minuman kesehatan, minuman lidah buaya (nata de aloe).

Pada umumnya, pengusaha belum menjalankan usahanya tersebut berdasarkan pembukuan keuangan yang rapi, sehingga nilai keuntungan yang diperoleh masih bersifat kasar.

Oleh karena itu, kiranya perlu dilakukan analisis finansial yang lebih terinci agar pihak manajemen mengetahui omzet dan keuntungan yang sebenarnya.

Sumber: bisnisukm.com

Peluang Usaha Budidaya Krisan sebagai Komoditas Ekspor

http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2009/05/bunga-potong-krisan.jpg

Krisan, adalah salah satu jenis bunga potong yang cukup familiar bagi manusia. Tidak hanya di Indonesia tapi juga sudah dikenal di dunia. Hal itu karena prospek budidaya krisan sebagai bunga potong sangat cerah, didukung dengan pasar yang sangat potensial, karena tanaman hias krisan merupakan salah satu tanaman bunga potong yang penting di dunia. Diantara pasar potensial tersebut adalah Jerman, Inggris, Swiss, Italia, Austria, America Serikat, Swedia dsb.

Saat ini krisan termasuk bunga yang paling populer di Indonesia karena memiliki beberapa keunggulan antara lain warna bunganya cukup beragam seperti merah tua, kuning, hijau, putih, campuran merah putih dan lainnya, Bunga krisan juga tahan lama dalam pot selama 10 hari. Selain itu, bunga krisan juga memiliki jenis yang cukup banyak, sedikitnya ada 55 varietas.

Dari beberapa jenis varietas, krisan berwarna kuning dan hijau adalah yang paling banyak dicari. Persentasenya bisa mencapai 90%, sementara sisanya memilih warna-warna lain.

Peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan, guna memenuhi kebutuhan baik dalam maupun luar negeri tetap terbuka. Seiring dengan permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat maka peluang agribisnis perlu terus dikembangkan. Regional Agribusiness Competitiness Specialist Amarta (lembaga di bawah naungan USAID yang peduli dengan kondisi pertanian), Erik Meliala, mengungkapkan, seiring permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat, maka peluang agribisnis tanaman ini sangat menarik dikembangkan sebagai lahan investasi.

Di Indonesia, Tanah Karo merupakan daerah yang memproduksi bunga krisan tetapi produksinya belum bisa memenuhi permintaan pasar, bahkan untuk pasar Medan sekalipun. Karena tingginya permintaan bunga di Kota Medan seringkali harus mendatangkannya dari wilayah Jawa Barat.

“Ini kan suatu hal yang sangat disayangkan. Padahal kita punya lahan dan potensi yang cukup besar namun untuk pasar di Kota Medan saja, kita tak bisa memenuhinya,”ungkap Erik.

Menurut Erik, peluang pasar bunga krisan Tanah Karo sudah bisa mencapai Singapura yang secara geografis lebih dekat dengan Sumatera Utara dibandingkan dengan wilayah Jawa Barat.

“Sebagai bahan informasi bunga krisan dari Singapura itu didatangkan dari Jawa Barat lho. Nah, peluang ini justru tidak dapat dimanfaatkan oleh petani krisan di Tanah Karo,”ungkapnya.

Bunga asli China yang dikembangkan oleh Jerman dan Belanda ini, menurut Erik, sudah sejak lama dibudidayakan di Indonesia termasuk di Tanah Karo. Namun kenyataannya perkembangannya tidak menggembirakan. Kemajuan budidaya yang dilakukan para petani bunga di krisan di Tanah karo tidak semaju budidaya yang dikembangkan oleh petani di Jawa Barat. Ini terbukti dari kurang bisanya petani bunga krisan di Tanah Karo memenuhi permintaan pasar.

Budidaya Krissan

Peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan, guna memenuhi kebutuhan baik dalam maupun luar negri agaknya tetap terbuka. Seiring dengan permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat maka peluang agribisnis perlu terus dikembangkan.

Menurut Erik, dalam pengembangan budidaya krisan, AMARTA melakukan transfer teknologi dan praktik langsung budidaya green house dengan material lokal seperti bambu. Praktik ini bukan hal yang baru dalam pengembangan dan budidaya krisan.

Sistem yang dipakai selama ini, cukup dengan menggunakan tutup plastik tembus cahaya matahari, sehingga produktivitas bunga krisan pada saat panen tidak serentak. Padahal, kata Erik, untuk memenuhi permintaan pasar produk bunga krisan harus serentak panen (siap petik-red). Makanya sistem ini perlu dimodifikasi dengan cahaya lampu.

Salah satu kekurangan iklim Indonesia adalah penyinaran cahaya matahari yang tidak begitu panjang. Sehingga untuk mendapatkan hasil yang maksimal (serentak panen-red), maka tanaman bunga tersebut harus diperpanjang pencahayaannya dengan menambahkan pencahayaan selama tiga jam.

“Kelemahan pertanian di Indonesia adalah sangat tergantung pada iklim dan intensitas matahari sehingga hal ini sangat memengaruhi musim panen dan juga rentan penyakit. Oleh karena itu, perlu dilakukan modifikasi-modifikasi yang memungkinkan, salah satunya adalah pemberian cahaya lampu di green house tersebut,”ungkap terang Erik.

Perkiraan analisis budidaya tanaman krisan seluas 0,5 ha dengan jarak tanam 10 x 10 cm.
• Biaya produksi
1. Sewa lahan 1 tahun Rp. 1.500.000,-
2. Bibit : 500.000 batang @ Rp. 50,- Rp. 25.000.000,-
3. Pupuk dan kapur
- Pupuk kandang: 15.000 kg @ Rp. 150,- Rp. 2.250.000,-
- Urea: 4.150 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 6.225.000,-
- ZA: 4.600 kg @ Rp. 1.250,- Rp. 5.750.000,-
- SP-36: 525 kg @ Rp. 2.000,- Rp. 1.050.000,-
- KCl: 125 kg @ Rp. 1.650,- Rp. 206.250,-
- KNO3: 2.375 kg @ Rp. 4.000,- Rp. 9.500.000,-
- Kapur pertanian: 2000 kg @ Rp.200,- Rp. 400.000,-
4. Pestisida Rp. 1.500.000,-
5. Biaya tenaga kerja
- Penyiapan lahan 50 HKP @ Rp. 10.000,- Rp. 500.000,-
- Pemupukan 10 HKP + 20 HKW Rp. 250.000,-
- Penanaman 5 HKP + 50 HKW Rp. 425.000,-
- Pemeliharaan 5 HKP + 100 HKW Rp. 800.000,-
6. Biaya lain-lain (pajak, iuran, alat) Rp. 500.000,-
7. Jumlah biaya produksi Rp. 55.856.250,-
• Pendapatan 400.000 tanaman @ Rp. 225,- Rp. 90.000.000,-
• Keuntungan Rp. 34.143.750,-
• Parameter kelayakan usaha : 1. Rasio Output/Input =1,611

Keterangan: HKP Hari Kerja Pria, HKW Hari Kerja Wanita

Sumber: bisnisukm.com

Tips Usaha Bisnis Membangun Bisnis Cafe

Sekarang banyak orang - orang yang mendirikan cafe di kota- kota besar atau kota - kota kecil. Apalagi jika terdapat tempat yang strategis, maka biasanya banyak bermunculan cafe - cafe. Differensiasi setiap cafe juga memiliki keunggulan masing - masing, ada yang untuk baca buku, nonton film, penggemar motor, penggemar seni, mahasiswa, dll.

Namun tidak semua cafe yang berdiri ini berhasil sesuai dengan rencananya. Kebetulan tim bisnisukm bertugas meliput beberapa cafe atau rumah makan di sekitar Yogyakarta, sehingga kami mendapatkan banyak sekali masukan - masukan mengenai usaha ini.

Dari beberapa masukan tersebut, ada kewajiban yang harus dilakukan sebagai pemilik cafe. Yaitu membentuk atau merangkul sebuah komunitas. Entah apa itu komunitasnya dan dimana saja, namun komunitas merupakan bagian penting dari sebuah cafe. Tanpa mereka (komunitas) cafe bisa langsung bangkrut atau tutup usaha.

Tips Merangkul & Mempertahankan Komunitas

Disini akan dijelaskan beberapa cara bagaimana merangkul dan mempertahankan komunitas tersebut.

1. Cari dan temukan komunitas yang ada di daerah anda, yang belum disentuh ( belum dimilikioleh cafe lainnya ). Komunitas tersebut bisa berupa komunitas besar ataupun kecil ( dilihat dari jumlah anggotanya ), atau komunitas bisa berarti orang - orang yang menggemari sesuatu.
2. Jika anda sudah menemukan komunitas tersebut, segera untuk membuat penelitian dan lakukan pendekatan untuk memperoleh informasi. Informasi yang harus kita peroleh adalah: Suasana seperti apa yang disukai, senang dalam hal apa, bagaimana prilaku mereka jika berkumpul - kumpul, kegiatan apa yang sering dilakukan, dll.
3. Informasi tadi berguna bagi anda untuk menentukan suasana cafe dan interiornya. Selain itu anda juga bisa melakukan promosi yang sesuai dengan keinginan mereka.
4. Buatlah kegiatan rutin yang sesuai dengan keinginan mereka, karena kegiatan ini berguna untuk mengajak mereka untuk berkumpul dan menikmati cafe anda.

Contoh beberapa komunitas yang bisa dirangkul : Penggemar Motor ( berbagai merek motor dan klub motor ), Pengemar Mobil, fotografi, sinematografi, kartunis, bloger, olah raga, seni, penggemar burung, baca buku, LSM, pendidikan, skateboard, BMX, Musik (berbagai aliran), penikmat kopi, teh, dll.

Tips Membangun Bisnis Cafe

1. Cafe menengah kebawah tidak begitu memperhatikan pelayanan dan kualitas produknya. Jika sudah memiliki keunggulan tertentu, anda bisa mengalihkan anggaran dana untuk melakukan strategi promosi.
2. Jika Cafe yang menyasar menengah keatas, anda harus benar - benar memperhatikan masalah: pelayanan, kebersihan, kualitas produk dan sistem manajemen.
3. Untuk produk yang memiliki keunikan tersendiri, harus dapat dipertahankan keunikannya. Jangan sampai keunikan tersebut hilang.
4. Jika anda memiliki cafe yang memiliki keunikan tersendiri dan belum ada yang lainnya, maka anda harus melakukan branding ( penguatan merek atau differensiasi usaha ) kepada konsumen. Sehingga image usaha anda akan tertanam sebagai The First dalam usaha ini.


Sumber: bisnisukm.com

Tips Usaha Bisnis Karakteristik Pengusaha Sukses

1. Kemampuan untuk mengembangkan fokus yang jelas.
Anda harus tahu betul apa yang membuat usaha Anda berbeda dari para pesaing. Kembangkan sebuah visi dan laksanakan, jangan beralih dari satu ide ke ide yang lain. Banyak pengusaha gagal karena mereka merasa bahwa ide baru yang mereka temukan lebih menarik daripada yang mereka jalankan sekarang.

2. Harapan yang realistis.
Jika Anda melakukan diet dan berharap bisa menurunkan berat badan lima kilo pe rminggu, Anda pasti akan kecewa dan menyerah. Jika tujuan Anda lebih realistis, kemungkinan besar Anda akan tetap berpegang padanya dan berhasil. Sangat jarang ada orang yang “kaya mendadak”.

3. Kemauan untuk membuat rencana.
Para pengusaha paling sukses adalah orang-orang yang memiliki tujuan dan rencana yang jelas untuk meraihnya. Mereka mempelajari pasar, persaingan, dan mekanismenya, serta bersedia mempelajari sungguh-sungguh semua kendala yang mungkin akan dihadapi.

4. Fleksibilitas dan adaptabilitas.
Selain membutuhkan rencana dan fokus yang jelas, Anda juga perlu memiliki fleksibilitas dalam menanggapi perubahan situasi. Dalam bisnis, dan juga hidup, segalanya berubah, dan masalah pasti ada.

5. Kemampuan untuk mengatasi kekhawatiran karena harus menjual.
Dalam artian tertentu, semua pengusaha adalah penjual. Anda tidak boleh takut berhadapan dengan konsumen, memotivasi pegawai, dan menjalin hubungan baik dengan pemasok. Anda tidak harus punya keahlian tersebut saat memulai usaha, tetapi Anda harus mempelajarinya agar usaha Anda tetap berjalan.

6. Bersedia bekerja keras.
Tidak ada jalan pintas disini; menjalankan usaha berarti bekerja keras sepanjang waktu.

7. Tujuan pribadi yang jelas.
Kita semua punya keinginan yang berbeda-beda. Kita ingin punya banyak uang dan sekaligus sudah berada di rumah saat anak-anak pulang sekolah. Kita ingin mengontrol semua kegiatan tetapi produk dan jasa yang kita hasilkan sangat beragam. Tujuan-tujuan tersebut jelas saling bertentangan satu sama lain. Untuk mencapai keberhasilan, Anda harus fokus pada apa yang benar-benar penting bagi Anda dan apa yang dapat Anda capai.

8. Pengalaman.
Anda tidak perlu berpengalaman sebagai manajer sebuah perusahaan mobil untuk memulai bisnis mobil bekas, tetapi Anda harus punya pengalaman dalam bidang terkait atau pengalaman dalam menerapkan kemampuan yang Anda miliki sebagai manajer, sebelum mengawali suatu usaha.

(sumber : THE OWNER’S MANUAL for small business , Rhonda Abrams)

Tips Usaha Bisnis Memulai Usaha Makanan

Kemampuan untuk membuat makanan yang lezat tidak menjamin sebuah keberhasilan dalam membuat usaha. Mengetahui cara membuat makanan dan dapat mengelola bisnis anda adalah dua hal yang berbeda.

Jika anda sudah menguasai dalam memproduksi masakan ataupun makanan ringan, maka kini saatnya anda harus mengetahui bagaimana caranya untuk memulai bisnis anda. Berikut ini kami sajikan beberapa tips dan trik dalam memulai usaha di bidang makanan :

* Perbaharui dan perbaiki kualitas dari masakan buatan anda. Untuk mengetahui kualitas rasa dari masakan, anda dapat membagi sampel kepada teman atau saudara tedekat untuk memperoleh reaksi mereka terhadap produk anda. Setelah itu anda perbaiki agar sesuai dengan keinginan mereka.
* Untuk makanan yang memiliki segmen, anda harus dapat memperbaharui dari resep, penampilan atau cara penyajiannya.
* Perlu dipikirkan juga outlet penjualan, apakah anda berencana membuka toko atau bekerjasama dengan pihan lain? Contohnya jika anda memilih untuk membuka usaha pembuatan kue pengantin, anda dapat melakukan kerjasama dengan pihak wedding organizer.

* Strategi penjualan lainnya adalah anda bisa juga melakukan kerjasama dengan beberapa usaha kantin. Anda dapat mensuplai masakan setiap harinya untuk dijualkan di kantin tersebut. Untuk hal ini, anda juga harus memperhatikan sistem pengantarannya, karena berkaitan dengan biaya transportasi.

* Pikirkan teknologi untuk mendampingi produk anda. Apakah produk anda memerlukan ruangan khusus untuk mempersiapkannya? Apakah perlu membeli peralatan khusus untuk menyimpan bahan baku? dan lain sebagainya.

* Namun pada saat awal usaha, sebaiknya anda mengurangi pengeluaran untuk investasi teknologi produksi. Hal ini bisa anda lakukan dengan cara yang lebih sederhana, atau anda bisa lakukan kerjasama dengan orang lain dalam mensuplai kebutuhan bahan baku tersebut.

* Tujuannya adalah agar anda tidak terlalu berat dalam memenuhi kebutuhan modal usaha. Setelah usaha anda berjalan lancar dan memiliki pelanggan yang tetap, maka anda dapat melakukan pembelian peralatan produksi tersebut.

* Anda harus memikirkan bahwa produk anda aman dikonsumsi serta mendatangkan profit. Mungkin anda haus menguji produk anda terlebih dahulu kepada pihak yang berkompeten untuk memastikan keamanan produk anda agar tak menjadi masalah di kemudian hari.

* Jika anda memulai bisnis makanan ringan, dipikirkan juga kemasan yang menarik agar memberikan nilai lebih pada produk buatan anda. Selain itu juga, dapat meningkatkan image produk dari calon pembeli. Kemasan dapat berasal dari jenis plastik ataupun kertas.

* Yang paling sering menjadi permasalahan dalam menjalankan usaha makanan, adalah ketakutan pada diri sendiri. Pikiran - pikiran apakah produknya laku atau tidak, bagaimana nanti jika ada yang mengeluh, dll. Untuk itu, anda sebaiknya mempersiapkan diri sendiri dan memegang teguh prinsip ” Usaha yang berhasil, hanya dapat dicapai melalui proses yang penuh hambatan “.


Sumber: bisnisukm.com

Tips Usaha Bisnis Kita Semua Bisa Membuat Kesalahan

1. Henry Ford Lupa menempatkan gigi persneling mundur pada mobil pertamanya.

2. Thomas Edison pernah menghabiskan biaya lebih dari $2 juta dolar atas penemuannya yang terbukti tidak berguna.

3. Hall of Famer Regie Jackson lebih banyak memukul dibandingkan dengan semua orang dalam sejarah permainannya, lebih dari 2.500 kali.

4. “Itu adalah olahraga yang menyenangkan. Tetapi bagi militer, pesawat terbang tidak berguna.” -Ferdinand Foch, kepala komandan, pasukan sekutu di front barat, Perang Dunia I.

5. Televisi tidak akan pernah meraih popularitas; TV ditempatkan di tempat yang agak gelap dan menuntut perhatian yang terus-menerus.” -Chester L. Dawes, Profesor Universitas Havard, 1940.

6. “Kami tidak memberitahu Anda bagaimana cara memimpin, maka jangan beritahu kami bagaimana caranya membuat sepatu.” - kata sebuah perusahaan sepatu besar kepada Bill Bowerman, penemu sepatu “waffle” dan rekan pendiri Nike, Inc.

7. “‘Telepon’ ini memliki terlalu banyak keterbatasan untuk secara serius dianggap sebagai sebuah sarana komunikasi. Kehadiran alat ini tidak dianggap banyak berarti bagi kami.” - memo Western Union dalam menanggapi telepon Alexander Graham Bell, 1876.

Kesalahan tidak semuanya buruk. Kesalahan-kesalahan itu memberikan dasar pengalaman kepada kita dan biasanya kita justru lebih cepat mempelajari sebuah pelajaran dari kesalahan daripada oranglain yang memberikan saran kepada kita.

Dan kesalahan terbesar yang pernah kita lakukan adalah tidak belajar dari kesalahan kita di masa lalu.

Sumber: bisnisukm.com

Peluang Usaha Kayu Putih di Papua

http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2009/05/pohon-kayu-putih-300x249.jpg

Minyak kayu putih adalah salah satu produk kehutanan yang telah dikenal luas oleh masyarakat. Minyak kayu putih merupakan minyak atsiri hasil destilasi atau penyulingan daun dan ranting kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn) yang memiliki bau dan khasiat yang khas, sehingga banyak dipakai para ibu untuk anaknya yang terkena sakit perut atau kembung, terutama ketika anaknya masih bayi.

Kayu Putih (Meialeuca leucadendra L.) Famili MyrtaceaeKayu putih dapat tumbuh di tanah tandus, tahan panas dan dapat bertunas kembali meskipun setelah terjadi kebakaran.

Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 400 m dpi, dapat tumbuh di dekat pantai di belakang hutan bakau, di tanah berawa atau membentuk hutan kecil di tanah kering atau basah.

Ciri-ciri pohon kayu putih mempunyai tinggi berkisar antara 10-20 m, kulit batangnya berlapis-lapis, berwarna putih keabu-abuan dengan permukaan kulit yang terkelupas tidak beraturan.

Batang pohonnya tidak terlalu besar, dengan percabangan yang menggantung kebawah. Daunnya tunggal, agak tebal seperti kulit, bertangkai pendek, letak berseling.

Helaian daun berbentuk jorong atau lanset, dengan panjang 4,5-15 cm, lebar 0,75-4 cm, ujung dan pangkal daun runcing, tepi rata dan tulang daun hampir sejajar. Permukaan daun berambut, warna hijau kelabu sampai hijau kecoklatan, Daun bila diremas atau dimemarkan berbau minyak kayu putih.

Perbungaan majemuk bentuk bulir, bunga berbentuk seperti lonceng, daun mahkota warna putih, kepala putik berwarna putih kekuningan, keluar di ujung percabangan. Buah panjang 2,5-3 mm, lebar 3-4 mm, warnanya coklat muda sampai coklat tua.

Bijinya halus, sangat ringan seperti sekam, berwarna kuning. Buahnya sebagai obat tradisional disebut merica bolong. Ada beberapa varietas pohon kayu putih. Ada yang kayunya berwarna merah, dan ada yang kayunya berwarna putih.

Rumphius membedakan kayu putih dalam varietas daun besar dan varietas daun kecil. Varietas yang berdaun kecil, yang digunakan untuk membuat minyak kayu putih.

Daunnya, melalui proses penyulingan, akan menghasilkan minyak atsiri yang disebut minyak kayu putih, yang warnanya kekuning-kuningan sampai kehijau-hijauan. Perbanyakan dengan biji atau tunas akar.

Potensi Pengembangan Kayu Putih di Papua
Hutan Papua sebagai salah satu hutan hujan tropis dan juga merupakan paru-paru dunia yang masih tersisa di wilayah Indonesia, ternyata menyimpan begitu banyak kekayaan hutan seperti flora, fauna dan hasil tambang serta mineralnya.

Namun terdapat juga hasil hutan non kayu yang belum diekspoitasi dan dikelola secara efektif dan efisien guna peningkatkan ekonomi masyarakat lokal.

Hasil hutan yang selama ini lebih dikenal masyarakat luas adalah hasil hutan kayu gelondongan, yang kemudian dikelola berdasarkan kepentingan dan jenis industri yang mengelolanya. Selain hasil kayu gelondongan yang telah dieksploitasi dan dikelola, juga terdapat hasil hutan non kayu, misalkan gaharu, gambir dan minyak kayu putih.

Hutan Papua menyimpan hasil hutan non kayu seperti minyak kayu putih, gaharu dan gambir yang cukup banyak, ketika gaharu menebarkan pesonanya maka banyak orang mulai mencari dan mengambilnya. Namun ternyata dalam proses pengambilan tersebut terjadi perusakan pohon yang mengakibatkan tidak ada kesinambungan atau keberlanjutan hidup dari pohon gaharu, ini disebabkan karena pengelolaannya yang masih bersifat simultan dan belum terorganisir dengan baik. Semoga nasib tragis pohon gaharu tidak menimpa nasib pohon penghasil minyak kayu putih dan gambir.

Memang harus disadari bahwa flora di Papua paling beragam namun baru sebagian kecil saja yang diteliti dan dimengerti. Padahal berdasarkan data yang ada diperkirakan sekitar 60-90 % tumbuhan di Pulau Papua merupakan spesies endemik sehingga hanya terdapat di Papua.

Banyak di antara tumbuhan itu memiliki sebaran yang sangat terbatas, sehingga hanya terdapat di Papua. Hampir 80 % luas wilayah Papua masih dalam bentuk hutan yang masih relatif utuh dan menjadi rumah bagi lebih dari 50 % jenis satwa dan tumbuhan yang ada di Indonesia (CI, 1999).

Hal ini jelas membuat Papua memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan status Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tertinggi di dunia.

Namun sayangnya laju deforestasi di Papua cukup tinggi, data Baplan (2002) menunjukan rata rata laju deforestasi pada periode 1985-1997 mencapai 117,523 ha/tahun.

Begitu pula luas areal lahan lahan kritis di Papua juga semakin meningkat pada tahun 2001 hanya sekitar 5.91.930 ha dan selanjutnya pada tahun 2004 berubah menjadi 8.136.718 Ha.(Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah X, Papua)

Sumber hutan di tanah Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat) sangat beraneka ragam antara lain ;
• Kayu dengan AAC minimum sekitar 3,9 juta meter kubik.
• Rotan dengan daya produksi 19, 3 Kg/Ha.
• Minyak kayu putih (120.000 ha) daya produksi 2 ton/Ha.
• Buaya yang hidup pada habitat 6,3 juta hektar dengan populasi lebih kurang 2,6 juta ekor serta banyak potensi lainnya.

Minyak Kayu Putih di Kabupaten Merauke
Kabupaten Merauke sebagai tempat dimana pohon penghasil minyak kayu putih tumbuh dengan sendirinya dan cukup banyak terdapat dibeberapa tempat, antara lain: desa Wasur, Yanggandur, Rawa Biru , Sota dan Tomerau.

Minyak Kayu Putih dalam nomenklatur kehutanan merupakan hasil hutan non kayu, yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan tanpa merusak ekosistem hutan yang ada.

Adapun pohon penghasil Minyak Kayu Putih (MKP) dari jenis Melaluca yaitu Asteromyrthus simpocarpa tumbuh secara alami dalam kawasan Taman Nasional Wasur, tentunya menyimpan potensi besar untuk menunjang kegiatan perekonomian masyarakat local khususnya dan harapan ke depan dapat menjadi salah satu ciri khas kota Merauke.

Namun kendala yang dihadapi adalah dalam hal proses produksi yang nantinya mempengaruhi mutu MKP dan pemasarannya. MKP yang telah diolah oleh masyarakat lokal dan kelompok kerja masyarakat pemasarannya masih terbatas untuk pasar local maupun regional.

Maka diperlukan terobosan-terobosan strategis tentang pemasaran yang efektif dan efisien melalui berbagai cara, guna menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi.

Kurangnya kerjasama atau perhatian pihak-pihak dari kalangan dunia usaha, pemerintah, Non Government Stakeholder (NGS) dan masyarakat umum lain, sehingga masyarakat lokal sebagai kelompok produsen tradisional (home industry) tidak mampu untuk berkembang.

Selain untuk memasarkan produk masyarakat penghasil minyak kayu putih guna meningkatkan pendapatan, juga dapat menjadikan kota Merauke sebagai Kota Penghasil Minyak Kayu Putih dari Selatan Papua.

Selama kurang lebih sejak tahun 1999 hingga kini, ada beberapa pihak dari Non Goverment Stakeholder (NGS) telah melakukan kerjasama dan kemitraan dengan masyarakat produsen minyak kayu putih di Merauke berupa pelatihan pengolahan MKP, alat-alat penyulingan dan kerjasama pemasaran.

Misalkan Yayasan Wasur Lestari berkerjasama dengan masyarakat lokal penghasil MKP dalam hal pelatihan penyulingan, peningkatan mutu produksi dan pembelian MKP hasil pengolahan masyarakat serta pemasaran MKP.

Sistem pemasaran MKP untuk pasar lokal masih sangat sederhana, hanya dengan menitipkan produk MKP dalam kemasan botol di hotel, toko-toko dan apotik di kota Merauke selain menjual sendiri.

Itupun tidak dibarengi dengan control yang kontinyu terhadap volume penjualan MKP tiap bulannya. Kenyataan ini tentu kurang mendukung upaya pemasaran MKP ditingkat pasar lokal.

Maka wajar saja jika upaya pemasaran ini menjadi kurang potensial mendatangkan keuntungan karena sangat tidak seimbang dengan potensi pasar lokal yang cukup besar dan tersedia di Kabupaten Merauke.

Kendala lain yang dihadapi dalam pemasaran MKP adalah promosi yang tidak intensif serta kemasan MKP yang kurang menarik (belum ada register DepKes) dan kurang praktis sehingga masyarakat yang mengkonsumsinya hanya sebagai cinderamata, bukan karena kebutuhan akan MKP.

Mengenai mutu MKP menurut konsumen, bahwa mutu MKP cukup baik terutama untuk kalangan orangtua, sebab mereka menggunakannya sebagai obat urut. Masalah lain yang timbul dari pemasaran untuk pasar lokal adalah harga jual yang bervariasi dan cenderung membingungkan masyarakat (konsumen).

Kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap usaha swadaya masyarakat local dibidang MKP menyebabkan perkembangan usaha ini tidak mengalami kemajuan.

Perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah melalui Badan Promosi Daerah dan Deperindag berupa memfasilitasi untuk MKP mengikuti kegiatan expo dan pameran, namun kelanjutan dari proses tersebut tidak nampak dampaknya pada kelompok produsen yang notabene masyarakat local.

Usaha promosi dan kemitraan yang dijalin masyarakat local (dibaca: produsen) dengan beberapa lembaga swadaya seperti: YWL dan WWF lebih berkualitas dan berkesinambungan.

Hal yang paling utama yang menjamin sukses tidaknya sebuah produk bersaing dipasaran, tentunya menyangkut manajemen yang profesional karena di dalamnya menyangkut SDM pengelola (mulai dari proses penyulingan hingga pemasaran), produk (menyangkut mutu, kemasan dan harga).

Selain itu juga harus tersedianya pasar local yang potensial serta distribusi produk ke konsumen serta promosi, publikasi dan pelayanan yang gencar dari berbagai pihak termasuk dukungan dari pihak pemerintah daerah.

Untuk menciptakan image Merauke sebagai kota penghasil Minyak Kayu Putih, maka perlu dilakukakannya perencanaan kerjasama antara pihak produsen dengan pihak-pihak lain yang dapat mengembangkan usaha MKP baik dari segi produksi, promosi serta pengembangan manajemen usaha yang kuat.

Semua berpulang pada pihak-pihak yang dapat membantu serta mendukung pengembangan usaha Minyak Kayu Putih di Papua.

Peluang Usaha Kecil Jual Beli Mobil & Motor Bekas

Anda hobi dan punya bakat jualan? Simak liputan kami tentang jual beli mobil dan motor kali ini. Thoriq, 29 tahun, pengusaha penerbit buku baru menekuni usaha ini 2 tahun. Ia berpendapat bahwa sebaiknya ada bisnis lain selain usaha penerbitannya untuk dijalankan. Prinsipnya seperti jangan menaruh telor di satu keranjang.

Tak disangka, bisnis baru yang dia geluti berjalan cepat dan menghasilkan keuntungan yang lumayan. Awal mula dia terjun di bisnis ini tidak sengaja. Saat itu ia membeli motor Honda Grand tahun 91 dari temannya dengan harga 2,5 juta. Motor tersebut rencananya akan digunakan sendiri.

Karena pelat motor tersebut dari luar kota, waktu pajak habis, dia berniat memperpanjang. Tapi ternyata si pemilik motor dimana dulu ia membeli motor tersebut tidak bisa menemani ia untuk memperpanjang STNK. Pada saat itulah Thoriq akhirnya memutuskan untuk menjual motor tersebut sebelum pajak berakhir.

Setelah motor ia perbaiki dengan biaya 300 ribu, ia menjual motor tersebut dengan harga 3 juta. Untung 200 ribu, lumayan pikirnya. Kemudian selang beberapa waktu, ia melihat mertuanya berjualan mobil di kota tempat tinggalnya, Ponorogo.

Thoriq melihat bahwa mertuanya yang juga pemilik sebuah bengkel mobil mampu menjual mobil dengan keuntungan yang tinggi. Pernah suatu ketika ia melihat mertuanya membeli sebuah mobil merk Mercy dengan kondisi rusak berat. Dengan harga beli 2,5 juta, ia mampu perbaiki dan kemudian mobil tersebut dihargai 20 juta.

Hal Penting Yang Harus Diperhatikan

Melihat kejadian seperti itu, ia memutuskan untuk mencoba bisnis tersebut. Awalnya dia tidak dapat keuntungan, bahkan nombok. Akhirnya lama-kelaman ia bisa memperlajari cara kerja bisnis ini.

Hal yang pertama kali harus diperhatikan adalah keadaan mobil atau motor yang akan dibeli. Apabila dilihat ternyata banyak kerusakannya, kemudian marginnya tipis, sebaiknya mobil atau motor tersebut tidak usah dibeli, walaupun harganya terkesan murah.

Kemudian pertanyaannya adalah, bagaimana cara mengeceknya? Kebanyakan dari kita memang tidak begitu tahu perihal motor atau mobil. Caranya mudah, kata Thoriq. Cukup kita mencari orang kepercayaan yang benar-benar mengerti tentang mobil atau motor. Bisa montir atau mekanik, bisa juga makelar mobil atau motor.

Bawa mereka untuk melihat-lihat mobil atau motor yang akan kita beli. Suruh mereka mencoba dan menganalisa. Setelah selesai tugas mereka, berilah komisi yang pantas. Bila perlu, tambahkan bonus jika ternyata mobil atau motor tersebut laku tinggi dijual.

Setelah itu lihat jenis, tahun dan merk-nya. Usahakan cari mobil atau motor yang cepat lakunya. Contohnya adalah espass, Honda LX, Xenia. Bayar kontan tidak apa-apa. Menurut pengakuan Thoriq, mobil tersebut paling lama laku 2 bulan.

“Kalau motor lain lagi ceritanya mas. Bisa 2-3 hari lakunya. Lebih cepat”, ujarnya. Ia bahkan bisa menjual motor China yang notabene kurang laku di pasaran dengan keuntungan per motornya 500 ribu..

Trik Mendapatkan & Menjual Mobil atau Motor

Apabila ternyata kita tidak menemukan mobil atau motor yang cepat lakunya, ada triknya. Beli mobil atau motor tersebut dengan cara kredit. Perbesar uang mukanya dan perkecil cicilan per bulannya, tunggu hingga laku. Menurutnya, cara ini cukup efektif.

Contohnya, apabila kita beli mobil seharga 30 juta, maka bayar uang mukanya bisa sampai 20 juta, sisanya kita angsur per bulan dengan jumlah nominal yang kecil. Cara inilah yang sering dipakai Thoriq apabila dia mendapatkan mobil yang lama lakunya.

Menurutnya, mobil yang cepat lakunya adalah “mobil kaleng” alias mobil yang masih orisinil. Pernah suatu ketika ia memodifikasi bemper mobil yang sudah dibelinya, ternyata konsumennya tidak mau membeli dan terpaksa mobil tersebut tidak terjual lebih dari 3 bulan.

Untuk motor, Thoriq menggunakan cara yang lain. Biasanya ia mencari motor yang velg-nya sudah “racing”. “Cepat banget lakunya mas, walaupun motor itu motor buatan China”, ujarnya.

Cara mencari mobil atau motor yang dilakukan Thoriq kebanyakan dari luar kotadari luar kota. Biasanya konsumen tidak mau mencari mobil atau motor dengan plat luar kota, apalagi luar pulau. “Disinilah letak keuntungan kita”, katanya. Kita bisa cari teman yang tinggalnya sama dengan pelat motor / mobil tersebut.

“Minta tolong mereka untuk mencabut suratnya, kemudian kita urus mutasi surat tersebut ke kota kita. Untuk motor biayanya paling antara 300 - 800 ribu, sudah termasuk komisi teman kita tersebut”, katanya.

Pernah dia mendapatkan motor Supra tahun 2000 keatas dengan harga 3 juta. Motor tersebut ber-pelat Jambi. Setelah diurus segala surat-suratnya, jadilah motor tersebut ber-pelat Jogja. Dengan kondisi demikian, motor tersbut bisa ia jual dengan harga 5,5 juta.

Padahal untuk mengurus segala tetek bengeknya ia hanya mengeluarkan modal 1 juta, termasuk beberapa perbaikan kecil. Namun apabila dirasa harga dipasaran masih menguntugkan, Thoriq tetap menjual tanpa mutasi surat.

“Supaya mutar uangnya cepat dan lebih hemat waktu”, begitu katanya. Untuk mobil, rata-rata ia mengambil keuntungan 500 ribu. Sedangkan mobil ia mengambil keuntungan 1,5 juta.

Tapi tidak menutup kemungkinan dia mengambil keuntungan lebih banyak. “Tergantung dengan jenis, kondisi dan harga pasarannya mas”, katanya. Pernah ia mendapatkan keuntungan sampai lebih dair 5 juta per sekali transaksi.

Perlengkapan Kantor & Iklan

Perlengkapannya juga tidak rumit. Cukup ruangan dengan luas 3 x 3m dilengkapi dengan meja kursi, komputer, lemari arsip, telepon serta berlangganan beberapa koran.

Cara pemasarannya juga cukup sederhana. Thoriq menggunakan iklan baris 3 baris untuk menawarkan mobil dan motornya. Seminggu ia memasang iklan dua kali. Harga per sekali tanyang cuman 30 ribu rupiah. Saat ini ia hanya menggunakan 2 koran lokal untuk memasarkan mobil dan motornya.

Simulasi Keuntungan Jual Beli Mobil & Motor / Bulan

Pemasukan
Penjualan 1 unit mobil Espass seken : Rp. 30.000.000,00
Penjualan 3 unit sepeda motor seken @ Rp. 5.500.000,00 : Rp. 16.500.000,00
Total : Rp. 46.500.000,00

Pengeluaran
Pembelian 1 unit mobil Espass seken : Rp. 25.000.000,00
Pembelian 3 unit motor berbagai merk @ Rp. 4.500.000,00 : Rp. 13.500.000,00
Komisi Penilik Mobil : Rp. 300.000,00
Komisi Penilik Motor : Rp. 125.000,00 x 3 : Rp. 375.000,00
Biaya Reparasi Mobil : Rp. 500.000,00
Biaya Reparasi Motor : Rp. 100.000,00 x 3 : Rp. 300.000,00
Iklan : Rp. 240.000,00
Koran (2 jenis) : Rp. 100.000,00
Telepon, Listrik & Administrasi : Rp. 300.000,00
Pengurusan Surat-Surat : Rp. 1.800.000,00
Total : Rp. 42.415.000,00

Keuntungan
Rp. 46.500.000,00-Rp. 42.415.000,00 : Rp. 4.085.000,00

Sumber: bisnisukm.com

Peluang Usaha Kecil Pengolahan Tepung Ikan di Kota Tegal

Kota Tegal dengan 4 kecamatan dan 27 kelurahan, memiliki jumlah penduduk 236.268 jiwa dengan mata pencaharian terbesar sebagai pedagang, yaitu 18.267 jiwa atau 14,40%. Selebihnya adalah buruh, petani, nelayan, PNS dan TNI. Tegal termasuk kota berpenduduk padat yaitu 6.136 jiwa/km2 dengan karakteristik pekerja ulet, inovatif dan sifat terbuka.

Dalam memanfaatkan sumber daya alam sektor perikanan di kota Tegal terdapat 3 tempat pelelangan ikan yang didukung dengan peralatan tangkap berupa kapal perikanan sebanyak 1.026 unit, terdiri dari kapal motor 610 unit, motor tempel 413 unit dan perahu tanpa motor 3 unit. Sedangkan alat tangkapnya sebanyak 1.032 unit terdiri dari : purse seine 177 unit, trammel net 36 unit, jaring arat 337 unit, cantrang 342 unit, pancing 5 unit, gillnet PMT 32 unit, jala tebar 32 unit.

Tenaga kerja yang terserap didalamnya mencapai 12.940 orang, terdiri dari pemilik sebanyak 827 orang dan buruh sebanyak 12.15 orang. Industri makanan olahan berbahan baku ikan yang ditawarkan dengan bahan dasar fillet ikan adalah produksi bakso ikan, nugget ikan, maupun jenis makanan olahan lain.

Melimpahnya hasil tangkapan ikan nelayan di kota Tegal merupakan faktor pendukung keberhasilan usaha ini. Produksi ikan tangkapan yang ada di kota Tegal menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2003 produksi sebanyak 3.197 ton dan pada tahun 2005 meningkat menjadi 3.580 ton dan terakhir pada tahun 2008 produksi menjadi 5.458 ton.

Dengan demikian masih cukup tersedia peluang untuk mengembangkan produksi penangkapan. Melihat kapasitas produksi lestari dan kapasitas produksi hasil penangkapan, Tegal memiliki cukup bahan baku ikan yang dapat memenuhi industri tepung ikan.

Potensi Pengembangan Tepung Ikan

Melihat masih kecilnya pemanfaatan ikan sebagai bahan baku tepung ikan, maka industri tepung ikan memiliki peluang untuk dikembangkan oleh investor di Tegal. Lebih dari itu, komoditas tepung ikan memiliki peluang pemasaran yang prospektif baik untuk pasaran dalam maupun luar negeri. Hingga saat ini, Indonesia merupakan negara pengimpor tepung ikan.

Tepung ikan (marine fish meal) adalah salah satu produk pengawetan ikan dalam bentuk kering, kemudian digiling menjadi tepung. Bahan baku tepung ikan umumnya adalah ikan-ikan yang kurang ekonomis, hasil sampingan penangkapan dari penangkapan selektif, glut ikan (ikan yang melimpah) pada musim penangkapan dan sisa-sisa pabrik pengolahan ikan seperti pabrik pengalengan dan pembekuan ikan dan minyak ikan.

Feasibility study industri tepung ikan dapat dilaksanakan jika secara ekonomi menguntungkan. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu kajian baik mengenai pasar, proses produksi termasuk ketersediaan bahan bakunya, serta analisis keuangan dan ekonomi serta analisis dampak lingkungan.

Parameter teknis yang digunakan dalam menentukan produksi sesuai dengan rencana produksi adalah 6 hari kerja dalam satu minggu, sehingga hari kerja yang digunakan selama satu tahun adalah 312 hari atau 52 minggu dalam satu tahun. Jumlah produksi tepung ikan yang bisa direncakan adalah sebesar 950 ton tepung ikan dan 1.035 ton minyak ikan.

Tenaga kerja yang digunakan sebanyak 75 orang, terdiri dari 15 tenaga administrasi / staf dan managerial serta 60 orang adalah tenaga harian, sehingga dapat diperoleh gambaran biaya langsung operasional dan hasil produksi serta nilai jual yang diperoleh selama satu tahun

Dengan berkembangnya industri tambak udang dan usaha pakan ternak di Indonesia, permintaan terhadap tepung ikan akan terus meningkat. Oleh sebab itu, investasi bidang usaha industri tepung ikan sangat prospektif untuk dikembangkan oleh investor dalam dan luar negeri. Melalui investasi tersebut diharapkan dapat menghemat devisa negara serta akan mengurangi impor tepung ikan dan minyak ikan.

Sumber: bisnisukm.com

Peluang Usaha Kecil Agrobisnis Indonesia

” Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat, kayu dan batu jadi tanaman… ” begitu lirik dari penyanyi kondang jaman dahulu, Koes Plus.

Indonesia diketahui memiliki keragaman jenis buah-buahan dan sayuran tergolong tertinggi di dunia, namun ironisnya buah-buahan impor termasuk yang berasal dari negeri subtropis membanjiri pasar domestrik. Di pasaran lokal buah-buahan yang berasal dari Thailand, Cina, dan Australia, diantaranya sudah begitu dikenal, sedangkan buah-buahan tropis asal negeri sendiri tenggelam.

Data Japan Custom menunjukkan pangsa Indonesia sendiri sekitar 4% per tahunnya dengan impor migas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan non-migas. Pada 2002 tercatat pangsa impor migas Jepang dari Indonesia mencapai 10,07% sedangkan impor non-migas hanya 2,79%. Namun, sejak 1998 pangsa pasar komoditas non-migas Indonesia terus meningkat dengan produk yang dominan diantaranya kayu lapis (plywood), tembaga, kertas dan produk kertas, karet alam, ikan termasuk udang, nikel, kopi, benang sintetik, dan furnitur.

Tiga komoditas andalan sektor agribisnis yang selama ini menjadi penyumbang terbesar ekspor non-migas Indonesia ke Jepang adalah karet alam, udang, dan kopi. Data dari UNSD Comtrade (2006) menunjukkan bahwa pangsa pasar produk karet alam Indonesia dalam lima tahun terakhir terus meningkat dari 9,9% pada 2001 menjadi 18,6% pada 2005. Nilai impornya pun terus meningkat dari USD174 juta pada 2001 menjadi USD597 juta pada 2005. Total nilai impor produk karet alam Jepang pada 2005 mencapai USD3,2 miliar.

Untuk mendukung pengembangan potensi produk Agrobisnis di Indonesia, penelitian terhadap buah Indonesia sebenarnya telah lama dilakukan oleh peneliti di Departemen Pertanian dan Institut Pertanian Bogor, namun hal itu dilakukan sendiri-sendiri. Penelitian terpadu, mulai dari pengembangan bibit hingga teknologi pemasarannya baru dilakukan tahun 1996, yaitu dalam program Riset Unggulan Strategis Nasional (Rusnas) yang diselenggarakan Kementerian Riset dan Teknologi.

Melihat masalah yang kompleks dan cakupan kegiatan riset yang luas, menurut Direktur Rusnas Buah Prof Syafrida Manuwoto program ini memerlukan kurun waktu yang panjang untuk memperoleh hasil yang optimal. Negara tetangga Malaysia dan Thailand telah menjalani program riset buah-buahan masing-masing selama 30 dan 40 tahun. Duren Bangkok diantaranya merupakan produk riset yang lama dari negeri Gajah Putih ini.

Sementara itu Indonesia dengan empat buah unggulannya menetapkan jangka waktu riset. Riset manggis memerlukan waktu 15 tahun, sedangkan lamanya riset nenas dan pisang berkisar 7 - 10 tahun. Pepaya tergolong cepat dalam pengembangannya hanya 7 tahun. Setelah melalui tahap pemuliaan, direncanakan tahun depan akan dilepas varietas unggul pepaya oleh Menteri Pertanian.

Manggis selama ini merupakan komoditas yang buyer market, pihak pembeli yang mencari. Sejak beberapa tahun terakhir ini manggis memang merupakan primadona ekpor Indonesia, dengan negara tujuan Thailand, Singapura, Hongkong atau Cina, dan Jepang. Di negara-negara tersebut manggis menjadi bagian dari sesaji pada upacara keagamaan.

Harga ekspor manggis di pasar dunia bisa mencapai 8 hingga 10 dollar AS perkilogram. Namun di tingkat petani harganya hanya Rp 500,- perkilogram. Penjualan manggis selama ini berdasarkan sortasi, untuk mendapat ukuran yang seragam. Namun dari hasil panen yang ada hanya sekitar 5 hingga 10 persen yang memenuhi syarat untuk diekpor.

Pangsa Pasar Agrobisnis

Pangsa pasar dari sayur - sayuran dan buah - buahan adalah negara-negara yang tidak memilik lahan pertanian yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya seperti Singapura, Jepang, dan Hongkong. Pasar ini cukup menjanjikan bagi para negara pemasok yang berada di sekitarnya.

Hongkong merupakan negara kota yang berpenduduk padat. Luas lahan pertanian di Hongkong hanya 7 % dari luas total, sehingga 75 % kebutuhan sayuran dan buah harus diimpor. Berdasarkan data Hongkong Export and Import. Jenis sayuran yang diimpor adalah kentang, tomat, kol, brokoli, selada, wartel, ketimun, jamur, asparagin dan bayam. Indonesia berpeluang untuk mengisi pasar sayuran untuk jenis tomat, kubis, dan wortel. Pemasok sayuran ke Hongkong terbesar adalah Cina karena merupakan negara yang sangat berdekatan dengan Hongkong dan memiliki tenaga kerja pertanian yang murah. Tetapi dalam hal ini tidak semua jenis bahan-bahan pertanian yang diperlukan oleh Hongkong dipasok dari Cina tetapi beberapa negara lainnya seperti Amerika Serikat, Thailand, Australia dan Jepang juga memasok kebutuhan sayur-sayuran dan buah-buahan Hongkong.

Untuk pasar agrobisnis di Jepang, pemerintah telah mengumumkan Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Indonesia dan Jepang atau dikenal dengan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) pada 28 November lalu.

Tapi jika ditelisik lebih mendalam, sektor pertanian Indonesia, dalam arti luas ( termasuk perikanan dan kehutanan ), berpeluang untuk lebih berkembang dengan adanya kesepakatan ini. Hal ini dikarenakan Jepang berjanji untuk memperluas akses produk pertanian dan manufaktur Indonesia melalui penurunan tarif impor atau bea masuk produk Indonesia secara bertahap dalam kurun waktu 3 hingga 10 tahun. Sekitar 90% produk pertanian dan manufaktur Indonesia akan diturunkan tarif impornya, ada yang langsung menjadi 0% dan ada pula yang bertahap hingga 2016, meskipun untuk produk-produk yang dianggap sensitif, seperti beras dan kayu lapis (plywood), tidak tercakup dalam kesepakatan ini; dengan kata lain produk-produk ini tarif impornya tetap.

Menurut data dari Japan Eksports and Imports, Jepang merupakan negara pengimpor sayuran segar dan sayuran beku. Impor terbesar sayuran segar adalah untuk labu kuning, kubis, brokoli dan wartel, sedangkan sayuran beku yang banyak diimpor adalah kentang, green soybenus, jagung manis dan bayam.

Sayuran di Singapura memiliki harga yang cukup tinggi mengingat kelangkaan komoditas ini. Harga sayuran di pasar Singapura saat ini rata-rata dihargai S$ 1 per kilogramnya. Angka ini menarik bagi negara tetangganya seperti Indoneasia dan Malaysia yang memiliki lahan pertanian sehingga bersaing ongkos angkutnya

Dari data statistik pilihan teratas impor sayuran Singapura, terlihat bahwa mayoritas produk ekspor Indonesia ke Singapura adalah kentang dengan pangsa pasar 53.3 %, kubis 34.8 % dan tomat 17.6 %. Indonesia adalah supplier sayuran segar kelima terbesar untuk Singapura setelah Malaysia, Cina, Australia, dan India.

Kebutuhan :
1. Data - Data Ekspor Agrobisnis Indonesia Th.2008.
2. Negara tujuan Ekspor produk Agrobisnis Th.2008.
3. Daftar Produk Komoditas Ekspor Indonesia Th. 2008.

Sumber: bisnisukm.com

Peluang Usaha Kecil Usaha Pelapisan Jok Mobil dan Motor

http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2009/05/jok-mobil-motor-300x225.jpg

Dewasa ini, semakin bertambahnya jumlah penduduk berpengaruh terhadap perkembangan wilayah kota dan perluasan wilayah ini berakibat pada bertambahnya jarak tempuh mobilitas masyarakat. Sehingga hal ini berpengaruh terhadap meningkatnya kebutuhan akan kendaraan bermotor.

Keberadaan kendaraan bermotor pada saat ini sudah bukan lagi semata-mata kebutuhan untuk transportasi saja tetapi sudah meningkat menjadi kepuasan dan kenyamanan bagi pemiliknya sehingga perlu adanya penambahan atau perbaikan pada aksesorisnya. Kondisi inilah yang dimanfaatkan oleh Zainal Abidin dalam memulai usaha pembuatan jok mobil.

Sebelumnya, Zainal bekerja bersama kakaknya di usaha karoseri di Semarang yang kemudian pindah ke Jogja untuk menekuni usaha pembuatan jok mobil. Usaha ini dirintis pada tahun 1989, hanya saja pada waktu itu usaha ini kurang memberikan keuntungan karena jumlah mobil masih sedikit. Saat itu fokus beralih ke pembuatan jok motor dimana respon masyarakat cukup baik. Tetapi, pada tahun ‘97an permintaan jok mobil semakin meningkat sehingga usaha pembuatan jok dibuat menjadi 2 manajemen, Surabaya Karya untuk menangani pembuatan jok motor dan Gejayan Innova menangani pembuatan jok mobil.

Produk yang dihasilkan, untuk jok motor dan jok mobil ada beberapa model dan desain. Model dan desain tersebut menyesuaikan permintaan konsumen dan mengikuti tren perkembangan otomotif yang ada.

PRODUK MODEL / DESAIN
Jok motor Standar
Variasi motif
Retro
Jok mobil Standar karoseri
Double Stick ( jahitan dobel)
Sofa
Rata-rata permintaan untuk pembuatan jok motor 10-15 buah per hari sedangkan untuk permintaan jok mobil 1 buah per hari.

Bahan Baku
Kebutuhan akan bahan baku yang utama adalah bahan semi kulit sebagai bahan pelapisnya. Bahan pelapis jok sepeda motor diperoleh dari Surabaya dengan harga yang lebih murah antara Rp20ribu- Rp35ribu/buah. Sedangkan bahan pelapis jok mobil diperoleh dari dealer resmi di Jogja. Kebutuhan bahan jok mobil sebagai berikut :
Jenis Mobil Kebutuhan Bahan
Sedan 6-7 meter
MPV 9-10meter

Sedangkan untuk harga bahan semi kulit:

Merek Bahan Harga /meter
MBTech.Camaro Rp65rb/meter
Carveiro Rp35rb/meter
SPM Rp30rb/meter

Proses Produksi
Pada proses produksinya, Zainal dibantu beberapa tenaga kerja. Kebutuhan tenaga kerja dan biaya tenaga kerja sebagai berikut :

Jenis Kendaraan Keahlian Jumlah Gaji / Fee
Sepeda motor Pembuatan pola, 4 orang Rp150rb/minggu
menjahit dan pe
masangan
Mobil Pembuatan pola
dan menjahit 4 orang Bagi hasil, 40%
Pemasangan 1 orang dari keuntungan

Proses pembuatannya sendiri cukup sederhana. Setiap ada keluaran seri mobil terbaru, Zainal segera membuat polanya pada kertas karton sehingga apabila ada permintaan dari konsumen tinggal menggambar pola tersebut diatas bahan semi kulit yang telah disiapkan. Zainal memberikan pelayanan 1 hari jadi tanpa mengurangi kualitas.

Setelah transaksi disepakati, maka ditentukan jenis bahan, motif dan warna. Kemudian konsumen memberikan uang muka. Dari pola-pola yang sudah tersedia, digambar di bahan semi kulit tersebut kemudian dilakukan pemotongan dan penjahitan (pembuatan sarung jok).

Proses ini memakan wakru kurang lebih 3-4jam. Setelah sarung jok siap, dilakukan pemasangan yang memakan waktu 3-4 jam pula. Proses pemasangan ini menyesuaikan dengan model yang telah ditentukan. Sebagian besar pemilik mobil tidak melakukan pergantian jok tetapi hanya pelapisan jok tanpa mengganti dan merusak kulit pelapis jok yang lama.

Tujuannya selain untuk modifikasi juga untuk melindungi kulit pelapis jok yang asli tidak kotor. Pada proses pemasangan ini pula diterapkan pengepresan supaya pelapis jok baru menempel pada pelapis jok yang lama sehingga terlihat rapi.

Kualitas hasil akhir jok mobil dan motor produksi Zainal rata-rata standar dengan hasil produksi pengusaha lain. Hanya saja Zainal menetapkan harga cukup miring dengan selisih Rp300rb-Rp500rb per mobil. Hal ini diterapkan supaya order tetap lancar sehingga bisa membiayai tenaga kerja. Selain itu, Zainal selalu menawarkan bahan semi kulit produk asli.

Pangsa Pasar
Pangsa pasar untuk jok sepeda motor adalah masyarakat umum. Sedangkan untuk konsumen jok mobil mayoritas adalah pengusaha rental mobil dalam jumlah banyak, 10-20 mobil, sehingga Zainal sering memberikan potongan harga. Selian itu sisanya dari instansi pemerintah dan swasta serta dari masyarakat umum. Patokan harga sebagai berikut:

Jenis Kendaraan Harga
Sepeda Motor Rp25rb-Rp40rb / buah
Sedan Rp650rb-Rp1,2juta/mobil
MPV Rp850rb-Rp1,4juta/mobil

Saat ini, Zainal mencoba fokus memantapkan dan mengembangkan usaha yang sudah ada.

Simulasi Keuntungan Usaha Pelapisan Jok
Bahan baku
Jok motor : 450 buah x Rp. 20.000,00 = Rp. 900.000,00
Jok mobil : 30 x 10 meter x Rp. 40.000,00 = Rp. 12.000.000,00
Total Bahan Baku = Rp. 21.000.000,00

Tenaga kerja
Karyawan motor : 4 orang x 600.000,00 = Rp. 2.400.000,00
Karyawan mobil : 40% x Rp. 12.000.000,00 = Rp. 4.800.000,00
Total Tenaga Kerja = Rp. 7.200.000,00

Total Pengeluaran : Rp. 21.000.000,00 + Rp. 7.200.000,00 = Rp. 28.200.000,00

Pendapatan
Penjualan Jok Motor : 450 buah x Rp. 35.000,00 = Rp. 15.750.000,00
Penjualan Jok Mobil : 30 buah x Rp. 800.000,00 = Rp. 24.000.000,00
Total Pendapatan = Rp. 39.750.000,00

Keuntungan : Rp. 39.750.000,00 - Rp. 28.200.000,00 = Rp. 11.550.000,00/bulan



Sumber: bisnisukm.com

Tips Peluang Usaha Kecil Pembuatan Dodol Durian

http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2009/05/membuat-lempok-300x249.jpg

Lempok adalah dodol dengan bahan utama dari buah durian yang merupakan makanan olahan tradisional andalan masyarakat Sumatera Selatan dan sekitarnya. Pembuatan lempok ini dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat dengan teknologi sederhana.

Potensi pasar lempok sangat tinggi baik dalam maupun luar daerah, hal ini dapat dilihat dari bahan utama yang digunakan dalam dodol ini sangat digemari oleh banyak konsumen. Dengan harga lempok yang relatif mahal, lempok akan memberikan nilai tambah yang sangat menguntungkan bagi produsen.

Kendala yang dihadapi para produsen lempok adalah kurangnya peran pihak terkait dalam hal promosi yang menyebabkan pemasaran lempok hanya terbatas pada sekitar lokasi usaha saja. Sehingga dalam hal ini perlu adanya peran pemerintah untuk memperkenalkan komoditas ini ke daerah lain sampai ke luar pulau. Selain itu kendala lain yang dihadapi adalah kualitas dodol yang dihasilkan masih beragam serta kualitas kemasan yang digunakan masih sederhana.

Berikut ini adalah proses pengolahan dodol lempok:

Bahan dan Alat
Durian masak : 4-5 kg
Gula pasir : 1 kg
Garam : 1 sendok teh
Pisau besar
Tungku
Pengaduk
Plastik pembungkus

Cara Pengolahan
1. Durian dibuka dan dimbil isinya.
2. Pisahkan daging buah dari isinya
3. Tambahkan gula pasir sebanyak 1 kg untuk setiap daging buah sebanyak 4-5 kg dan 2 sendok teh garam.
4. Semua bahan dinmasukkan ke dalam kuali yang diletakkan pada tungku. Tungku dibuat dari drum bekas dibagi dua (setengah bagian drum) kemudian dibuat lubang kayu
5. Bahan yang ada di kuali diaduk terus menerus, Api jangan terlalu besar. Lama pengadukan sekitar 3-4 jam.
6. Lempok siap diangkat dan dianggap matang jika sudah tidak lengket di pengadukan.
7. Lempok siap dikemas dalam plastik dan diberi label.

(Sumber Gambar : Indonesia.trulyasia.blogspot)

Sumber: bisnisukm.com